Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
PUISI

Rumah Terbang Fr. Dan Ell.

Oleh ImamBudiman

; Up, 2009


/I/


sungguh singkat waktu melangkah, serupa lakon 11 menit pertama

fr. yang tidak pandai bicara itu berkenalan, menikah lalu

menikmati masa tua bersama ell, istrinya yang heroik.


keduanya ingin memiliki rumah

tanpa penunjuk waktu; di antara

kabut dan celah besar kampung batu.


keduanya pun rebah di sebuah taman, sembari menelaah langit.

awan boleh berbentuk apa saja, binatang lucu

atau makanan enak yang kausuka.


tapi puluhan sosok bayi mungil tak sengaja

terbentuk di atas sana. maka, mereka persiapkan

ranjang dan segala macam permainan.


namun apa mau dikata, rahim ell. tidak dapat

menjadi sarang rajut yang hangat.


/II/


mimpi mesti berlanjut, jelajah rumah balon udara arah selatan Amerika,

jelajah cinta yang tiada pernah surut. tak padam. tak mudah goyang.


tak pernah mengenal

rasa gentar dan takut.


keduanya senantiasa berbuat bajik. keduanya

mengidolakan si petualang masa kecil mereka.

keduanya pun ingin mewujudkan angan terakhir

: bertolak ke air terjun nirwana.


namun kau, ell, tak lagi kuat

menanggung uzur usia. kau pergi.


/III/


maka tiada alasan bagi fr. untuk selalu mencintai kotak surat,

lukisan rumah di atas tebing curam, replika kuda poni merah

beserta benda-benda seisi rumah

yang dapat mengingatkannya

pada mendiang kekasihnya.


"aku kangen," kata fr. meski harus sebatang kara.


hanya pas foto ell di dinding rumah, mendekat dan memeluk,

mengusap tangis fr. yang tak ingin takluk.


Ciputat, 2018


Senin 25 Maret 2019
52
3 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Imam Budiman

ImamBudiman

Pembaca. Menulis Puisi Sesekali.

Tuliskan tanggapanmu tentang Rumah Terbang Fr. Dan Ell.

tepianwarna

Sabtu 20 April 2019

suka dengan puisi ini. terasa berbeda dengan puisi-puisimu sebelumnya. salam dari Surabaya. hehehe.

Baca karya Imam lainnya

Rumah Terbang Fr. Dan Ell.

Puisi oleh Imam Budiman

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah