Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
PUISI

Dari Ida B. Santosa* untuk Tini dan Yanti

Oleh ImamBudiman

||


sunyi penjara lebih

mengerikan dari apa pun.

ia terkenang akan istrinya

yang kini sedang hamil tua.


di sana ia tak punya

kertas, meski secarik.


isi kepalanya sudah kepalang luber

ingin menulis satu puisi untuk

kedua harta terkasih.


tak sempat dicium kening istrinya,

sebab keburu diciduk oleh tentara


tak sempat dielus perut istrinya,

tanda cinta pada si jabang bayi



waktu begitu singkat;

semua serba tak sempat,

semua sudah terlambat.


pria-pria kekar berbaju

loreng lebih dulu kasar

menggiringnya,


juga beberapa kawan lain, ke dalam

truk besar yang menguarkan bau

karat besi juga bubuk mesiu.


hingga,


jelang sehari sebelum eksekusi,

rindunya semakin menjadi-jadi.

isi dadanya serasa ingin meledak.


ditoreh di atas dinding tembok

sebuah puisi, dari aku, katanya,

yang kerap dituding terlibat jaringan

para penentang keluhuran negara.

 

tidak, sungguh tidak

demikian sebenarnya. 


~


: anakku, oh anakku

bagaimana wajahmu

aku tak pernah tahu

bagaimana kabar ibumu

           aku pun sama tak tahu


: anakku, oh anakku

kuberi kau nama Yanti

walau esok aku telah mati

           dihajar belasan belati


"La historia me absolvera!"** 


2017


* Seniman berdarah Bali yang dijebloskan ke dalam penjara Pekambingan. Dituduh simpatisan PKI oleh pemerintahan represif Soeharto. Puisi ini ditulis sebagai interpretasi lanjutan dari lagu "Tini dan Yanti" yang dinyanyikan oleh Banda Neira.


 


** Dikutip dari kalimat Fidel Castro ketika ia memberikan pidato pembelaan di pengadilan pada tahun 1953.


 


 

Kamis 18 Juni 2020
197
5 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Imam Budiman

ImamBudiman

||=||=||=||=||=||=||=||

Tuliskan tanggapanmu tentang Dari Ida B. Santosa* untuk Tini dan Yanti

Baca karya Imam lainnya

Dari Ida B. Santosa* untuk Tini dan Yanti

Puisi oleh Imam Budiman

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah