Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
CERPEN

People Pleaser

Oleh KalistaSetiawan

Bukan mauku menjadi seperti ini. Bukan salahmu juga yang membuatku seperti ini. Ada berbagai macam alasan aku melakukan hal itu. Ada berbagai titik keadaan mengharuskan untuk seperti itu. Itu semua memang jalanku. Selama kamu senang dan terbantu, aku pun merasa puas, tidak perlu meragukan hal itu.


 


Yah, terkadang kami pun juga sering dipermainkan. Tidak usah mendebatkan siapa yang salah. Dan aku tidak ingin kamu menyalahkanku. Sebab aku, berhak melakukan apapun atas diriku walau menyakitkan. Dan itu sebagai obat bagiku untuk mencoba bangkit.


 


Beri kami ruang juga untuk bilang tidak. Kamu pun seharusnya juga bisa mengerti kondisiku. Saat mata berfungsi untuk melihat. Saat rasa berfungsi untuk sadar. Saat diri berfungsi untuk menghargai.


 


Sungguh, kami pun mencoba untuk tidak memaksimalkan hal itu. Terkadang, kami pun mencoba mendobrak. Namun, rasa tak pernah berbohong. Mungkin, kau anggap aku aneh. Tapi, inilah yang sebenarnya terjadi.


 


Kegundahan. Kegelisahan. Berbagai anxiety yang tak bisa kau rasakan sama seperti ku. Itu yang sedang aku pelajari, untuk menganggap diri berada. Untuk menganggap diri berharga.


 


Tidak, aku tidak menyalahkan siapapun. Terutama aku pun tidak menyalahkan diri sendiri.


 


Aku percaya, dengan aku melakukan hal itu. Aku merasa lebih memahami lingkungan sekitar. Apa yang bisa ku jauhi. Apa yang bisa ku dekati. Apa yang harus ku korbankan. Apa yang harus ku lindungi. Apa yang harus ku musuhi. Dan apa yang harus ku cintai.


 


Walau, kami mudah mengatakan iya pada suatu hal. Bukan berarti kami akan setia untuk tetap melakukan hal itu. Inilah yang aku amati. Inilah yang aku tiru. Inilah yang aku coba. Dan inilah yang aku tetap lakukan.


 


Stigma negatif bagi people pleaser yang terkadang meremehkan ku. Terkadang menjatuhkan ku. Terkadang membuatku bingung. Tentang bagaimana pikiran mu atas kehadiranku. Tentang bagaimana standar kebaikan pada benakmu. Tentang bagaimana standar baku kebaikan yang diatur Bumi.


 


Menurutku, tidak ada standar baku saat melakukan kebaikan. Karena banyak berbagai jenis kebaikan. Ada kebaikan murni. Kebaikan sebab suatu alasan dan bahkan Kebaikan yang bisa saja dilucuti berbagai manipulatif imaji yang tak kasat mata namun membekas keburukan.


 


Hei, tidak selamanya people pleaser adalah orang baik nan polos yang mudah dikelabui. 


 


Iya, terkadang aku pun berpikir. Bagaimana jika, Bumi tidak memposisikan hal baik adalah hal benar. hal buruk adalah hal salah. Habit kita diharuskan untuk menjadi pahlawan dalam sisi kebaikan, lalu bagaimana jika hal itu kebalikannya. Penjahat lah yang ternyata memiliki kebaikan terselubung.


 


Sangat banyak bentuk warna abu-abu. Kamu yang mana diantara mereka? Dan aku yang mana diantaranya?


 


Berbagai zaman di muka bumi sudah berkali-kali berbicara pada kita. Bahwa tidak semudah itu percaya pada orang. Utusan nabi pun yang membawa misi kebaikan murni sering dianggap manusia seperti kita adalah penipu. Dan utusan manusia iblis pun banyak dijadikan panutan.


 


Kebaikan bagiku adalah hal tabu. Begitu pun keburukan. Ada berbagai macam alasan tersirat bagi pelakunya saat melakukan. Dan aku percaya itu.


 


Kehadiran ku disini, sama sepertimu. menjadi penyeimbang diantara berbagai macam jenis orang. Dan aku hadir diantaranya. Tinggal kamu dan aku yang memutuskan. Bagaimana jalan kehidupanmu akan diarahkan.


 


Dan inilah jalan hidupku.


 

Sabtu 25 Juli 2020
95
2 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Kalista Setiawan

KalistaSetiawan

Warna peach seharusnya cocok untuk mempresentasikan diri saya. Namun sayang, bukan itu. Abu-abu lebih tepat menggambarkannya.

Tuliskan tanggapanmu tentang People Pleaser

Rachmanda

Senin 14 September 2020

Jalan ninjaku heuheuheu

Baca karya Kalista lainnya

People Pleaser

Cerpen oleh Kalista Setiawan

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah