oranment
play icon
Di Bawah Langit Yang Kehilangan Biru
Puisi
karya @Langit
Kutipan Puisi Di Bawah Langit Yang Kehilangan Biru
Karya Langit
Baca selengkapnya di Penakota.id

Kau tahu? tujuh belas detik itu masih tertinggal

di mataku tak pergi, tak pudar.

Tatapanmu menjadi waktu yang tak selesai,

menggantung di antara aku dan rindu.

Seribu tahun kau mencintai, katamu, tapi aku,

barangkali hanya penunggu di tepi abad,

mengumpulkan serpihan bayangmu yang

tertiup jarak dan hari-hari bisu.


Suaramu masih bergaung, bahkan setelah

senja menutup jendela kota.

Dan setiap napas yang kau sisipkan

di udara selalu jatuh ke dadaku,

seperti hujan yang tahu di mana harus kembali.


Kita pernah berjalan di jalan yang sama,

tapi langkahmu lebih cepat dari rinduku.

Aku menatap punggungmu menjauh,

dan diam-diam menulis doa di setiap bekas jejakmu.


Kini, aku mencari di tiap sudut bumi di tepian danau yang kau suka,

di puisi yang tak sengaja menulis namamu,

di hujan dini hari yang membawa suaramu kembali samar.

Dan bila kutatap langit, aku tahu,

semesta mungkin memang tak lagi cukup luas, karena rasa ini...

terlalu penuh oleh kehilanganmu.

calendar
08 Nov 2025 14:56
view
16
idle liked
0 menyukai karya ini
Penulis Menyukai karya ini
close
instagram
Unduh teks untuk IG story
Cara unduh teks karya
close
Pilih sebagian teks yang ada di dalam karya, lalu klik tombol Unduh teks untuk IG story
Contoh:
example ig