Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
PUISI

Hari Kelabu

Oleh Luthfinisme

Senja tak hadir sore itu

Di jalan penuh rindu

Yang konon mematri cerita

Pada tiap hati yang datang ke Yogya


Tidak, tidak hari ini

Jingga senja dilalap api

Semburatnya menjadi kelabu

Syahdunya menjelma sendu


Ribuan orang berjalan beriringan

Dari pal putih menuju gedung dewan

Menuntut kejelasan

atas segala apa yang kemarin diputuskan


Namun tanya dibalas senjata

Puluhan selongsong gas air mata

Siap meluncur dari moncong senapan baja

Juga dengan pentung yang sedia menghantam tubuh dan muka


Karpet kurusetra digelar paksa

Oleh tangan-tangan yang harusnya berangkulan

letusan pelor, sirine ambulan

Temani caci yang tak mandeg terucap 


Kaca pecah, tembok rubuh retak

asap membumbung, bara menyala

Isak tangis, memar dan luka menganga

tubuh-tubuh diseret paksa


Haruskah hari kelabu jadi agenda

Dari mereka yang haus pembenaran dan kuasa

Tak bisakah esok yang tenang dan damai

Menjadi milik semua kepala


Kemakmuran untuk semua

Kebebasan tanpa darah dan luka

Keadilan untuk setiap manusia

Sepertinya masih cerita

Di sebuah negeri utopia



Yogyakarta, 8 Oktober 2020

Selasa 13 Oktober 2020
40
0 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Luthfi Imama

Luthfinisme

Menulis jika ingin

Tuliskan tanggapanmu tentang Hari Kelabu

Baca karya Luthfi lainnya

Hari Kelabu

Puisi oleh Luthfi Imama

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah