Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
PUISI

Dada dan Paha

Oleh Luthfinisme

Matahari telah sembunyi di balik ufuk barat. merah kesumba telah terendam hitam jelaga. Gelap menutup cakrawala


Di jalanan penuh lalu lalang

Seorang lajang mengerang

Mencari pemuas nafsu

Yang terpendam berhari lalu


Ia berjalan pelan ke warung temaram. Wangi terbang membelai hidungnya

lalu nongkrong di jiwanya kosong.


Perempuan muda di balik meja. Suguhkan senyum 

sejak si Lajang mematung di muka. 


"Halo, mau dada atau paha?" 


Tentu tak ada yang lebih menggoda dan bikin ludah tertelan, selain lembut dan kenyalnya dada serta mulusnya daging paha


"Keduanya, apa lagi?" Jawab si Lajang tak sabar


"Paket plus-plus atau biasa?" Si perempuan bertanya (lagi) sembari mengedipkan sebelah mata


"Plus-plus, lah! Lekas berikan!" Si Lajang makin tak sabar hingga kakinya gemetar


"Sabar dong, tunggu bentar" 

si perempuan berdiri,

berjalan kebelakang


Tak lama, sepasang dada dan paha telah ada didepan si Lajang


"Ada tambahan lagi?" Rupa-rupanya perempuan itu belum berhenti menanya, sembari memainkan ujung bibirnya yang merona


"Tentu, Kentang goreng dan sebotol cola" Jawab si lajang ditengah perutnya yang makin keroncongan.


(Terinspirasi dari puisi "Fried Chicken" karya Hasta Indriyana)

Sabtu 04 Juli 2020
48
0 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Luthfi Imama

Luthfinisme

Menulis jika ingin

Tuliskan tanggapanmu tentang Dada dan Paha

Baca karya Luthfi lainnya

Dada dan Paha

Puisi oleh Luthfi Imama

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah