

Dua atma yang lama terpecah,
fatwa terasa fatamorgana.
Andai engkau tahu:
ada rindu yang tak selesai
meski jarak mengajarkan lupa.
Niskala jiwa dan raga,
renjana tetap bermastautin
di lakuna asmaraloka.
Kasih yang nirmala dan aksa
bermula dari Akara
yang tak pernah benar-benar sirna.
Redum sang Candra
terbentang di bumantara.
Kenyataan mungkin lengkara,
namun gejolak winodya
masih membuana
di saujana kalbu.
Di bawah Candra yang sama,
barangkali kita masih menyimpan
perasaan yang itu-itu juga:
aku yang belum selesai merindu,
dan kau yang entah bagaimana
masih tinggal di sana.
Selebihnya,
biarlah menjadi rahasia
dalam garis terbaik-Nya.
Semoga yang pernah kita jaga
tak lekas menjadi fana.
Semoga amerta tetap terjaga.

