Diruang malam di tempat yang girang
Tuan-puan berkumpul, mencari tempat di sudut-sudut gedung, Bait demi bait puisi tersaji.
Wahai sang pemilik
Puisi mu menari-narii Diruang malam tempat tuan-puan berkumpul
tetes Demi setetes air mata mengalir dari paras indah wajah sang puan, Puisi-puisi mendobrak kembali kesedihan Menyelinap di benak
Wahai sang pemilik
ragamu sudah tak ada, Namun, bait demi bait puisi mu akan tetap ada.
27 Juli 2022
Rinal Afriandi