Tuhan kami merindu,
Tentang malam yang kelam di waktu itu,
Membicarakan tentang masa depan yang tak pasti, Atau Hanya membicarakan masa depan tentang kematian yang sudah pasti.
Tuhan kami merindu,
Ditempat kami di asa berkelana dalam segala arah,
Tuhan, ini bukan rumah yang kami bawa dalam bentuk bangunan, ini rumah yang kami rindukan,
kebersamaan tentang malam
yang menceritakan tentang cinta
ataukah berbicara persoalan Jihad yang di rangkum oleh buku Novel Zirah?
Memilih untuk menentukan jalan hidup yang sebenarnya tentang kebenaran?
Tuhan,
Kita berbicara tentang esok yang akan datang, dengan sedikit meracik kopi pahit lalu menceritakan tentang kisah yang sudah berlalu.
Ku yakin kita merindu perihal itu
Namun saja kita masih sibuk berkelana
Mencari jalan, Bukan kah begitu tuhan?
Atau bolehkah kita sedikit meramu tentang malam, bercinta dengan angin
Lalu bercerita pada malam?
Rabu, 8 Februari 2023
Rinal Afriandi