

Rindu marah kepada ku
Lagi – lagi, ini soal puisi – puisi ku
Kata rindu, sudahlah. walau kau tulis seribu puisi keadaan tetap saja suram Rakyat yang kau banggakan itu tidak mampu berbuat apa-apa
Di luar rumah rintik hujan turun perlahan
Aku hanya diam menatap dari balik jendela
Rindu berlalu ke dapur, sambil setengah kesal,ia berteriak; Idealisme mu akan membuat mu susah !?
Aku menarik nafas panjang lalu membuangnya secara perlahan
Di luar rumah, hujan deras pun tiba, sambil setengah melamun, aku terus memikirkan kata - kata rindu
Aku terus larut dalam lamunan ku
Sampai aku tersadar akan satu hal, bahwa ternyata kata-kata rindu lebih tajam dari puisi – puisi ku .
Lalu, aku pun tersenyum kembali karena memikirkan hal itu
Yogyakarta, 20 Februari 2026

