

ya. dia prioritasku. dia yang paling penting setelah Allah dan Rasulnya. Setelah ayah dan ibuku dia bukan hanya sekadar teman atau sahabat. dia sudah menjadi bagian dari hidupku. Aku Senang berada didekatnya, aku bahagia bersamanya. dia adalah obat yang Menyembuhkanku dari perihnya luka di masa lalu. dia adalah charger yang selalu mengembalikan semangatku dan Rasa percaya diriku disaatku jatuh. dia menjadi tempatku pulang disaatku lelah, disaatku merasa berada di titik Serendah rendahnya dia bukan teman sebangkuku bukan juga teman yang berasal dari Angkatanku, walau begitu ia mampu membuatku betah dan menjadi Alasan mengapa aku tetap disini. disekolah ini. walau banyak yang berkata dia tidak akan menemaniku hingga lulus, dia tidak akan berdiri disampingku dan Mеmakai toga bersama кu. уа аku tahu tak lama lagi ta akan memakai toganya Sendiri-disaat itulah aku tidak ingin hari berganti. Perpisahan yang Menyedihkan yang ku harap takkan pernah terjadi. Setakut itu aku kehilangan dirinya. Entah sehancur apa Nantinya Duniaku jika ia telah pergi dariku, dipisahkan oleh kelas saja, aru Selalu merindukannya, apalagi dipisahkan oleh jarak dan waktu. Satu detik saja senyumnya tak terbit, aku sudah Menangis, satu detikx saja ia Membisu padaku Rasanya satu dunia menjauhiku. Begitulah. Besar overthinking ku padanya. Karena aku menyayanginya. Karena aku takut kehilangannya. He is my little Brother yang Ngeselin tapi kalau gak keliatan Ngangenin kadang Manja Ngeselin tapi seneng sih digituin. Seneng Rasanya Bisa Ngelayani dia dengan baik, walau kesannya kayak dibabu in tapi bukan itu yang dirasain suatu saat nanti hal ini yang bakal dikangenin 5 desember 2025. Aku ingat sekali detik detik dimana tampak ia lari dari kejauhan Menuju ke arahku. dengan kaos pendek hijau mudanya dan celana pendek Hitam Berbahan perasut yang tidak sampai Menutupi pahanya, juga swimming goggles Berwarna hijau yang melindungi mata indahnya, ane latihan dulu ya ucapnya dengan senyuman yang terbit di wajah indahnya itu. Jum'at itu adalah hari yang takkan pernah terlupakan. Akan ku ingat setiap tawa yang lepas dari jiwanya yang hampir Membuatku gila Kegirangan. Semua akan selalu membekas. Kita pernah Meluncur dari tingginya seluncuran Kuning dan Merah kita pernah bermain Kejar - Kejaran di dalam air. kita pernah tertawa melewati banyak hal yang belum tentu bisa terulang kembali. Bahkan jika tuhan Memberikan Ku satu permintaan aku hanya ingin Mengulang Momen-Momen yang telah kita lewatkan. tentang diriku, dirinya, dan dunia ini. Ya, sebegitu berharganya dirinya dalam hidup ini saking berharganya Aku rela Membuang waktuku hanya untuknya. aku rela Menghabis-Kan apapun Yang Kupunya hanya untuknya. Aku rela nilai ujianku Jelek demi membuat Nilai ujiannya bagus. Namun Ada kalanya ia bersikap dingin Seolah tak peduli dengan kehadiranku. Bisa juga ia bersikap hangat seakan kehadiranku berharga Baginya. ada Kala dimana ia akan tertawa lepas Melihatku susah. walau begitu aku rela dicaci, aku rela dimaki, aku suka dijahili Kalau itu bisa membuatnya tertawa. Karena yang aku tahu, аku bukan teman yang Bisa seperti Mereka yang mudah membuatnya tertawa. Entah apa sebenarnya rencana tuhan. Bersamanya Sedikit Sedikit Bahagia, sedikit sedikit Terluka. Kadang Sikapnya buatku bahagia sampai aku lupa dengan luka. Bisa juga sikapnya Buatku luka sampai aku lupa Bagaimana cara bahagia. Kalau sudah terluka Rasanya ingin Musnah saja dari dunia. Namun. Jika diposisi ini Aku hilang arah tak bisa berbuat apa-apa selain Menjauh darinya untuk Menghindari luka serius. Tapi Anjingnya Makhluk seribu sikap itu yang akhirnya Datang Membangunkanku dari jatuh. Hal ini yang selalu terjadi dan terjadi lagi yang buatku Bimbang antara genggam atau lepaskan ia sendiri yang Membuatku jatuh. tapi ia juga yang Membangunkanku dari jatuh. Kan Anjir. Kadang ia Νακαl, kakinya terluka karena bermain bola, setiap kali aku menasehatinya, ia akan bersuara "Menyemenyemenyemenye" seakan berkata cerewet banget sih jadi orang. Kalau tidak ia akan bertanya seperti orang kebingungan "HAH" ucapnya dan ketika aku ingin Mengulang pembicaraan ia akan bersuara HOOOH" membuatku kesal. atau ia akan Meniup Menghembuskan Angin dari Mulutnya ke wajahku. Perlakuan manis itu akan hilang jika suasana hatinya sedang Buruk-Hal ini yang selalu aku takuti, Hal yang aku benci, yang aku tidak ingin terjadi. Hal sepele yang selalu mengundang overthinking. Hal Kecil yang bisa Membuat air mata ini jatuh. yang bisa Membuat tangan ini Melayang Melukai diri sendiri yang Membuatku jatuh Bangun dan berdarah darah. sulit rasanya Menerima Kenyataan jika harus melihatnya tertawa lepas dengan temannya yang Lain Karena aku sadar, diri ini tak bisa membuatnya tertawa selepas itu. Sulit rasanya Melihatnya serius Berbincang dengan temannya yang lain, Karena sadar diri ini tidak memiliki topik Yang Menarik untuk dibincangkan. Beda dengan teman-temannya yang lain, yang bisa Membuatnya senang, gembira, bahagia. Mereka Mampu Menjadi teman bicaranya selama berjam-jam. sedang aku Hanya tempat pelarian saat ia tertimpa masalah. ya.. karena aku Bukan teman seperti mereka yang dipercayanya untuk menceritakan semuanya. Walau tanpa ia sadari aku yang Mah-matian Mencarikan semua solusi dari masalahnya itu. sakit rasanya dibohongi dengan orang yang kita sayangi. Seperti orang yang Tidak dipercayainya. Banyak perjuangan yang ku hadapi, panjang pula perjalanan yang ku lalui, Besar pengorbanan yang ku beri Demi menjadi orang yang baik dan lebih baik dari Hari ini. Banyak Evaluasi yang ku renungi seperti apa untuk jadi teman baiknya Harus bagaimana agar ku bisa lebih baik untuknya tapi αpα yang ku dapat sebagai Balasannya Bukan berakhir sebagai orang yang dianggap baik hati Hanya sebagai orang yang tidak dipercaya Walau begitu, aku hanya bisa berlaku sebagai mana mestinya Mungkin ada saat dimana ia harus berkata tidak jujur untuk menjaga perasaanku walau dengan cara yang salah cause yang aku Harapkan kita bisa sama-sama terbuka dalam artian tidak ada hal Yang disembunyikan diantara κitα. Ακu juga sebenarnya yang salah yang selalu ingin tahu tentangnya dan kalau udah tahu malah sakit Jadinya. Bener sih kata Aa lebih BAIK GAK USAH TAU kalau akhirnya Kayak gini Bener juga tentang tulisannya dalam buku bahasa Arabnya Halaman terakhir "LUKA YANG SERIUS BERAWAL DARI HATI YANG TULUS". Ada satu hal yang akan ia lakukan Jika suasana hatiku sedang buruk. Jika aku berjalan dengan wajah Bad Mood, ia akan berhenti berjalan tepat di hadapanku Lalu menirukan gaya wajah Bad Mood Ku itu. Sulit rasanya Menahan tawa, sekalinya aku Menyembunyikan wajah untuk tertawa, ia akan bersuara "ketawa mah ketawa Aja kak Misfar" Katanya yang Membuatku semakin ingin tertawa. kalau udah kayak gini Terpaksa senyum lagi. Karena cuman dia orangnya yang mampu Segampang itu Mengembalikan suasana Hatiku menjadi baik setelah jatuh, ya cuman dia penyembuhku Karena cuman dia isi duniaku. Hahaha. Anak itu Kalau udah pake jubah hitamnya kulitnya akan terlihat lebih Terang, gimana enggak? Kalau putih dibanding hitam akan ter lihat terang kan? Anehnya, Kalau ia pakai jubah putihnya Kulitnya tetap putih, tidak terlihat kusam. Entahlah Sebenarnya sentuhan khusus yang tuhan beri saat menciptakan nya. Sungguh sempurna tuhan Memahat wajahnya.

