Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
PUISI

Penyebab Kemarahan dan Obatnya - Algazel (TERJEMAHAN)

Oleh MochAldyMA

Ketahuilah, wahai para pembaca yang kucintai, bahwa mengobati suatu penyakit adalah dengan menghilangkan akar penyebab penyakit itu.


Nabi Isa (Yesus Kristus) pernah ditanya: 'Hal apa yang sulit?' Beliau berkata: 'Murkanya Allah.'

Nabi Yahya (Yohanes Pembaptis) kemudian bertanya: 'Hal apa yang paling mendekati murkanya Allah?' Beliau berkata: 'Marah'. Nabi Yahya kembali bertanya: 'Hal apa yang bertumbuh dan meningkatkan kemarahan-Nya?'

Nabi Isa berkata: 'Kebanggaan, kesombongan, mengharap penghormatan dan

keangkuhan'


Penyebab yang menyebabkan kemarahan-Nya tumbuh adalah kesombongan diri, tinggi hati,

mengolok-olok dan mempermainkan, bertengkar, berkhianat, terlalu serakah dalam mencari

kekayaan, nama, dan pengakuan. Jika semua sifat buruk ini bersatu dalam diri seorang manusia, maka dapat berakibat buruk baginya dan ia tak akan pernah bisa lari dari amarah-Nya.


Jadi sifat-sifat seperti ini harus dihilangkan dengan melakukan sebaliknya. Tinggi hati dilenyapkan dengan rendah hati. Kesombongan diri disingkirkan dengan menyadari

dari mana ia berasal dan oleh siapa ia diciptakan, keserakahan dihilangkan dengan mensyukuri

hal-hal yang terlihat kecil, dan sifat kikir dihapuskan dengan bederma secara sukarela.


Nabi Muhammad SAW berkata: 'Orang yang hebat bukanlah ia yang mengalahkan musuhnya dengan berkelahi, akan tetapi orang yang hebat adalah ia yang mampu mengendalikan hawa nafsunya sendiri ketika kemarahan menimpanya.'


(Hadits Abu Hurairah dengan derajat Muttafaq 'alaih)


Di bawah ini kami jelaskan obat-obatan untuk menyembuhkan kemarahan setelah seseorang menjadi marah. Obatnya adalah campuran antara ilmu dan daya upaya. Obat yang berdasarkan ilmu ada enam jenisnya:


(1) Obat pertama yang berdasarkan ilmu adalah memikirkan anugerah dari meredakan amarah, yang sudah tertuang dalam ayat-ayat Alquran dan

ucapan para Nabi. Harapan untuk mendapatkan karunia-Nya ketika memadamkan amarah akan menahanmu dari membalaskan dendam.


(2) Jenis pengobatan kedua yang berdasarkan ilmu adalah menelan rasa takut perihal azab-Nya dan berpikir bahwa hukuman-Nya terhadap diri kita itu lebih besar ketimbang hukuman-Nya pada manusia lain. Jika aku membalaskan dendam pada manusia lain dengan amarah, Tuhan akan membalaskannya kembali pada Hari Penghakiman nanti.


(3) Obat amarah ketiga yang berdasarkan ilmu adalah dengan mawas diri terhadap hukuman untuk setiap permusuhan dan keinginan membalaskan dendam pada orang lain. Kau merasa bahagia ketika musuhmu yang berada di hadapanmu itu larut dalam kesedihannya, kau, kau sendiri tak terhindar dari malapetaka. Karena kau akan takut pada musuhmu itu yang mungkin membalaskan dendamnya padamu di dunia ini dan di dunia selanjutnya.


(4) Jenis pengobatan lain yang didasarkan pada ilmu adalah dengan berpikir tentang betapa jeleknya wajah seseorang yang sedang marah, persis seperti wajah seekor binatang yang galak. Ia yang mampu menguasai dirinya tampak seperti orang yang tenang dan terpelajar.


(5) Jenis pengobatan kelima yang berdasarkan ilmu adalah dengan berpikir bahwa sang iblis akan menasihati dengan mengatakan: 'Kau akan menjadi lemah jika kau tak diliputi amarah!' Jangan dengarkan iblis itu!


(6) Alasan keenam adalah berpikir: 'Atas alasan apa aku harus marah? Apa yang dikehendaki Allah telah terjadi!'


Pengobatan berdasarkan daya upaya


Ketika kau marah, katakan: Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Rasulullah memerintahkan kita untuk mengatakannya.


Ketika Sayidah Aisyah RA marah, Rasulullah mencubit hidungnya dan berkata: 'O Uwaisy (panggilan kecil Aisyah) cintaku, katakanlah: Ya Allah, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku dan hilangkanlah amarah dari hatiku dan selamatkanlah aku dari fitnah yang menyesatkan.'


Jika amarah tak juga mereda dengan cara ini, duduklah jika kau sedang berdiri, berbaringlah jika kau sedang duduk, dan rasakanlah tanah, seperti kau yang telah diciptakan dari tanah itu. Jadi buatlah dirimu tenang seperti tanah. Penyebab murka adalah panas dan kebalikannya adalah berbaring di atas tanah untuk membuat tubuhmu kembali tenang dan sejuk.


Nabi Muhammad SAW berkata: Kemarahan adalah bara api. Apakah kau tak melihat alismu melebar dan matamu memerah? Jadi ketika salah satu dari kau merasa marah, biarkan ia duduk jika berdiri, dan berbaring jika duduk.


Jika kemarahan itu masih tak berhenti, ambil wudhu dengan air dingin atau mandi, karena api tak dapat dipadamkan tanpa adanya air.

Nabi Muhammad SAW berkata: 'Ketika salah satu dari kalian marah, biarkan ia membuat wudhu dengan air saat kemarahan muncul dari api.' Dengan kata lain, beliau berkata: 'Kemarahan berasal dari iblis dan iblis terbuat dari api.'


Ali bin Abi Thalib RA berkata:

Rasulullah tak pernah marah atas setiap tindakan di muka bumi. Jika ada sesuatu yang memang membuatnya bahagia, tak ada satupun manusia yang mengetahui itu dan tak ada yang bangkit untuk membalas dendam atas kemarahannya. Oleh sebab beliau hanya marah untuk sebuah kebenaran.


Catatan: puisi terjemahan dalam versi bahasa Inggris dapat diakses di https://www.poemhunter.com/poem/the-causes-of-anger-and-its-medicine/

Sabtu 03 April 2021
271
1 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Moch Aldy MA

MochAldyMA

Mochammad Aldy Maulana Adha lahir di Bogor, Jawa Barat—pada 27 Maret 2000. Bukunya: Timbul Tenggelam Philo-Sophia Kehidupan (2020); Timbul Tenggelam Spirit-Us Kehidupan (2020); Trias Puitika (2021)....

Tuliskan tanggapanmu tentang Penyebab Kemarahan dan Obatnya - Algazel (TERJEMAHAN)

Baca karya Moch Aldy lainnya

Penyebab Kemarahan dan Obatnya - Algazel (TERJEMAHAN)

Puisi oleh Moch Aldy MA

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah