Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
PUISI

Monolog: Oh Puisi, O Puasa

Oleh MochAldyMA

"O sengaja aku berpuasa esok hari untuk menunaikan fardu puasa pada bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Taala" ucapnya selepas imsak memeluk waktu yang berlalu.


"Dan tak lama lagi: lantunan azan magrib akan merajai lamunan beberapa manusia; malam-malam akan berdesakan, memanjangkan pasaknya; masjid-masjid mewadahi sisi-sisi pertobatan siapa-siapa yang hendak menyucikan jiwa.


Al-Baqarah ayat seratus delapan puluh tiga bertebaran, memenuhi ruang-ruang dunia tak terkecuali fiksi dan maya juga lubuk hati si pendosa; tak lupa iklan-iklan sirup dan kurma yang meraksasa serupa amarah sandal kulit yang bertukar rupa dengan sandal jepit sesudah salat isya.


O Ramadhan, bulan yang penuh penaklukkan; menaklukkan hawa nafsu; seperti menundukkan hasrat untuk berbuka puasa tepat di siang hari, yang dengan garangnya mencoba mempecundangi iman melalui warung-warung setengah terbuka.


O betapa syahdu, mengembarai ruang dan waktu; menembus getirnya lapar dan haus dengan memburu takjil; disempurnakan dengan berbuka puasa bersama keluarga, kawan dan si cinta, tentunya.


O bulan yang penuh anugerah segera datang; Bulan Ramadhan, betapa aku benar-benar merindukan-Mu!" tutupnya, mengakhiri monolog, sebelum merakit sarung samping yang akan digunakan untuk berjihad melawan anak kampung tetangga, di jalan martabat dan gengsi selepas ibadah tarawih, yang tak pernah dituntaskannya itu.


(2021)

Senin 12 April 2021
115
1 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Moch Aldy MA

MochAldyMA

Mochammad Aldy Maulana Adha lahir di Bogor, Jawa Barat—pada 27 Maret 2000. Bukunya: Timbul Tenggelam Philo-Sophia Kehidupan (2020); Timbul Tenggelam Spirit-Us Kehidupan (2020); Trias Puitika (2021)....

Tuliskan tanggapanmu tentang Monolog: Oh Puisi, O Puasa

Baca karya Moch Aldy lainnya

Monolog: Oh Puisi, O Puasa

Puisi oleh Moch Aldy MA

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah