oranment
play icon
Mancing napas
Kutipan Puisi Mancing napas
Karya Sjeravansalbia
Baca selengkapnya di Penakota.id

Mancing Napas


Aku perempuan. 

Tapi aku tahu, 

langit pun pernah retak 

sebelum menurunkan hujan.


Maka laki-laki, 

menangislah. 

Cengeng bukan nama lain dari lemah. 

Ia hanya nama lain dari jujur.


Dunia menyuruhmu jadi batu. 

Agama menyuruhmu jadi tiang. 

Siapa yang menyuruhmu jadi manusia?


Aku sering ke laut. 

Melihatmu duduk sendiri. 

Kail di tangan. 

Mata di kejauhan.


Kamu tidak sedang mancing ikan. 

Kamu sedang mancing napas 

yang sudah lama tertahan di dada.


Dan aku takut. 

Takut pada sore yang terlalu tenang. 

Takut ombak memanggil sekali saja, 

lalu kamu menjawabnya dengan pergi.


Karena itu aku tetap di sini. 

Menjadi diam yang menemani. 

Menjadi jarak yang tidak meninggalkan.


Retaklah, jika perlu. 

Tenggelamlah dalam tangis, 

asal jangan di laut.


Ingat, 

sebelum kau dipanggil "kuat", 

kau lebih dulu dipanggil "hidup".

calendar
09 Sep 2026 12:29
view
9
idle liked
0 menyukai karya ini
Penulis Menyukai karya ini
close
instagram
Unduh teks untuk IG story
Cara unduh teks karya
close
Pilih sebagian teks yang ada di dalam karya, lalu klik tombol Unduh teks untuk IG story
Contoh:
example ig