oranment
play icon
Barangkali Nanti
Puisi
Kutipan Puisi Barangkali Nanti
Karya Wildanf
Baca selengkapnya di Penakota.id

Kita tidak pernah tahu kapan dua pasang mata kembali bersua tanpa suara, saling menyimpan rahasia yang tak lagi perlu diterjemahkan menjadi kata-kata. Barangkali saat itu, kita masih mampu saling mengerti hanya dari cara mata bertatap, sebagaimana dahulu, ketika diam pun memiliki bahasanya sendiri.


Kita juga tidak pernah tahu kapan dua kepala kembali berhadapan, dengan rambut yang perlahan kehilangan warnanya, atau kerut-kerut kecil yang mulai menyimpan kisah tentang tahun-tahun yang kita lalui tanpa satu sama lain. Barangkali waktu telah begitu jauh membawa kita, hingga wajah yang dahulu begitu kita hafal harus kembali kita kenali.


Barangkali ketika hari itu tiba, tak ada lagi pertanyaan tentang mengapa kau begitu mudah melepasku, atau sekadar keingintahuan tentang siapa yang kini menemanimu. Sebab aku telah mengerti, sekeras apa pun jawaban yang dahulu ingin kudengar, tak satu pun mampu mengubah akhir cerita yang pernah kita miliki. Kita telah sampai pada persimpangan yang sama, hanya untuk kemudian belajar menempuh jalan yang berbeda.


Meski begitu, aku tetap bersyukur. Tuhan pernah mempertemukan dua manusia pada satu garis waktu, membiarkan keduanya saling mengenal, saling mencintai, bahkan saling melukai, sebelum akhirnya mengembalikan mereka kepada hidupnya masing-masing. Barangkali memang tidak semua yang dipertemukan ditakdirkan untuk berjalan sampai tujuan.


Dan jika kelak kau bertanya, "Bagaimana perasaanmu sekarang?" atau "Apakah kau sudah sembuh?", aku ingin kau tahu bahwa hidup bersamamu tidak pernah menjadi penyesalanku, sedikit pun tidak. Bahkan luka-luka yang dahulu begitu sulit kusembuhkan tak pernah membuatku ingin menghapusmu dari ingatan. Sebab jika sembuh berarti harus melupakanmu, aku lebih memilih belajar hidup bersama kenangan, sampai suatu hari ia tak lagi terasa sebagai luka.


Barangkali kau masih mengingat betapa menyakitkannya hari-hari yang pernah kita lalui. Betapa dahulu aku mengira bahwa hidup tanpamu akan jauh lebih menyakitkan daripada segala luka yang kuterima ketika bersamamu. Dan barangkali, ketika kita kembali berhadapan, kau akan menemukan bahwa aku masih mengingat semuanya, tetapi tidak lagi merasakan sakit yang sama.


Aku ingin kau melihat bahwa hidup telah memperlakukanku dengan baik, bahwa aku telah menemukan kebahagiaan di jalan yang dahulu begitu kutakuti karena harus kutempuh tanpamu.


Dan jika mata kita kembali bertemu, barangkali kau masih akan menemukan cinta yang pernah kau kenal, tetapi tidak lagi seseorang yang menunggu untuk kau bawa pulang.


Sebab aku telah sembuh, tanpa harus melupakanmu.

calendar
23 Oct 2026 10:03
view
3
wisataliterasi
Komunal space, Seberang RF Kost, Jl. Nyimas Gandasari No.9 Blok 4, RT.04/RW.05, Jungjang, Kec. Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45162
idle liked
0 menyukai karya ini
Penulis Menyukai karya ini
close
instagram
Unduh teks untuk IG story
Cara unduh teks karya
close
Pilih sebagian teks yang ada di dalam karya, lalu klik tombol Unduh teks untuk IG story
Contoh:
example ig