

Dalam sepi, kuhaturkan beberapa tanda tanya pada-Mu
Bagaimanakah hari-hari sunyi di dunia ini
Kulalui, seharusnya?
Akalku sekadar sampul tebal tanpa selembar isi buku pun
Takkah Engkau lihat punggungku terlalu kasar robeknya?
Sampul itu hanya paham tanda tanya
Didapatnya dari isi-isi buku lain
Mengapa, kata si isi buku, kau punya hal hendak ditanya?
Apalah daya sampul tanpa isi
Itu sampul bergeser lemah, mencari isi bukunya
Tapi Engkau!
Engkau siram air sabun pada sampul itu
Hilang ingatannya, dia itu sampul… kah?
Ke mana aku melangkah—di kala kakiku lupa cara melangkah?

