

Tuan Negaraku...
sudahkah pelayan-
pelayan-Mu menyiapkan
persediaan derita
tuk mencukupi kebutuhan rakyat
hari ini? Dan
andai kata mereka sedikit saja
tercecah belas kasih,
sudahkah mereka
memasok sejahtera
untuk keadaan darurat
esok hari? Dan Tuhan,
Tuan Negaraku...
seharusnyakah nabi-nabi-Mu
membawakan berita
tentang segala sesuatu
yang kami temukan
di surat kabar
hari ini? Dan
berkenankah mereka
mewartakan sukacita
sehingga maha kasihmu
tak merayakan
patah hati lagi
dan lagi?
(Jakarta, 2026)

