

Kepalaku lintasan panjang.
Lintasan panjang di kepalaku
jalan raya Jakarta-Bogor
yang saban hari padat kendaraan,
motor dan mobil saling-menyilang
enggan beranjak di sepanjang jalan—
semenjak kendaraanmu melintas di sana.
Lalu terjebak dan tak tahu arah.
Sedang aku dan arah bertengkar:
arah inginya pergi
padahal aku, inginya pulang.
Aku hendak pulang ke Jakarta
sementara arah, hendak pergi ke Bogor.
(Jakarta, 2026)

