

di ruang murung ini, sunyi adalah puisi yang menganga, 'tika hujan tumbuh dan jatuh pada sore hari yang tersingsing, suara bedug dan lenguh tumbuh menguliti diriku dalam dirimu
namun di sebatas ruang ini, kau kan temukan nyanyian kucing tergelatak dalam tubuh putihku, angsa bagi binatang jalang yang menari dalam bahasa kenakalan, sungguh, kau kan temukan nyanyian itu
sebuah bunyi bagi kesunyian yang tak terbaca oleh siapapun, telah menyeret kematian kedalam letih punggungku, awan terang dalam rona mataku melepuh
kemana lagi rintihan menyalak seperti suara sengak, terbaring lemah di telingamu, sungguh, kau kan temukan nyanyian itu, di ruang murung ini, sunyi adalah puisi yang menganga, tepat kau temukan tubuhku terbaring kaku menatap nanar tubuhmu
Surabaya, 2021

