oranment
play icon
Kolinialisme, pembawa cara berpikir logis?
Kutipan Cerpen Kolinialisme, pembawa cara berpikir logis?
Karya akbardzulfikar1899
Baca selengkapnya di Penakota.id

Holopis kuntul baris, sebuah semboyan yang datang pada masa primordial abad ke-18 an. Masa yang akan kental akan serat kerajaan dan sesuhunan dari para sultan atau raja yang memerintah, manut ndalem adalah istilah bagi rakyat yang berada pada kekuasaan kerajaan atau kesultanan yang sedang memerintah.

           Dasawarsa ini kita hanya bisa mendengar, melihat, dan membaca cerita – cerita zaman primordial lewat beberapa media, seperti buku, media sosial, koran bahkan cerita turun temurun dari silsilah atau masyarakat sekitar. Bagi warga yang dekat dengan kota mungkin akan mengenal zaman ini dengan zaman dari beberapa tahayul dan mitos yang berkembang didalamnya, yang mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat sekitar, bahkan tatanan kerajaan pun tak luput dari pemgaruh mitos tersebut, berbanding terbalik untuk masyarakat pedesaan, yang mungkin masih mempercayai beberapa mitos yang beredar di dalamnya, bukan karena perbedaan budaya yang ada melainkan pola fikir yang bisa dibilang berbeda dengan masyarakat perkotaan yang ada pada saat ini. Tapi tidak seluruhnya masyarakat yang berada dikota tidak mempercayai mitos dan lain sebagainya, ada beberapa yang mempercayai mitos dan cerita – cerita rakyat yang telah mengakar daging dari satu generasi ke generasi selanjutnya, begitupun sebaliknya, masyarakat pedesaan pun tidak semua mempercayai mitos atau cerita rakyat yang ada.

           Perbedaan pandangan seperti ini tidak luput dari perkembangan industri yang terjadi pada abad ke-19, yang dimana perkembangan tersebut dibawa dan dipengaruhi oleh masa kolonialisme yang terjadi di Indonesia. Pengaruh kolonialisme yang telah terjadi memberikan beberapa dampak yang sangat signifikan terhadap budaya, sosial masyarakat dan tatanan perpolitikan kita. Nahhh yang akan kita bahas kali ini adalah dampak sosial dan perpolitikan yang terjadi akibat pengaruh kolonialisme yang terjadi dimasa lalu.

           Masa kolinialisme dimulai dari adanya bangsa portugis yang berlabuh di maluku, dari Pelabuhan bangsa portugis pada abad ke-16 an membuka jalan perdagangan baru bagi bangsa barat. Setelah portugis berhasil berlabuh di maluku, bangsa-bangsa lain juga mengikuti jejak yang telah dilakukan oleh portugis tersebut, termasuk bangsa inggris dan belanda. Pada sejarah kita kolonialisme terlama yang dilakukan oleh bangsa belanda, kurang lebih dari 3,5 abad bangsa belanda melakukan kolonialisme terhadap bangsa Indonesia. 3,5 abad masa pemerintahan kolonialisme belanda mempengaruhi sosial budaya dan perpolitakan kita sampai saat ini, dari masa kolonialisme terdapat pertukaran budaya, sosial, dan hal-hal lain yang mempengaruhi kita sampai pada dasawarsa ini.

           Mulai dari budaya yang dapat kita ambil sisi positifnya sampai pada budaya yang negatif untuk kita tiru. Budaya yang baik seperti dengan dimulainya cara berpikir logis ala barat yang berpengaruh pada system berpikir kita untuk menjadi bangsa yang lebih maju dan keluar dari kesengsaraan kolonialisme ini, pengaruh berpikir logis dimulai pada abad ke-19 masa kolonialisme, yang dimana banyak sekolah yang didirikan oleh pemerintah koloni untuk memajukan cara berpikir yang baik untuk menatap masa depan. Dari budaya berpikir logis tersebut banyak dari kalangan masyarakat yang mulai berpikir atas masa depan bangsa ini, pemikiran-pemikiran yang dimana bagaimana menata bangsa yang masih serat akan budaya primordial ke bangsa yang Bersatu menjadi kesatuan yang utuh untuk menghilangkan pemerintahan kolonialisme yang sedang merajalela.

           Beberapa perubahan bagi kaum pribumi dengan adanya Lembaga Pendidikan yang didirikan oleh pemerintahan kolonialisme belanda tersebut adalah semakin banyak para pemuda, raja dan kalangan masyarakat yang lain untuk ingin terbebas dari jeratan kolonialisme. Hal ini ditandai dengan berdirinya beberapa organisasi seperti budi oetomo, serikat islam dan masih banyak lagi. Dari 2 organisasi tadi mereka bergerak atas dasar yang sama namun implementasi yang berbeda, dari budi oetomo yang mayoritas adalah kaum priyayi yang mendapat Pendidikan yang cukup pada masa kolonialisme, sedangkan serikat islam atau dalam kepanjangannya adalah serikat dagang islam yang mayoritas anggotanya adalah para pedagang dan buruh. 2 organiasasi tersebut tidak lama mempunyai pengaruh yang besar pada beberapa daerah, dari budi oetomo pengaruhnya semakin melebar pada kaum priyayi atau kaum intelektual dan pengaruh pada serekat dagang islam pada kaum pedagang dan buruh semakin terlihat.

           Pada akhir dasarwarsa abad ke-19 para pemuda, tokoh-tokoh masyarakat hingga buruh sudah mempunyai pikiran yang sama untuk keluar dari jeratan kolonialisme, dengan semakin banyaknya para penduduk pribumi yang mengenyam jenjang Pendidikan pada era kolonialisme memberikan dampak terhadap pikiran kepada kemana arahnya bangsa kita. Puncak dari penerus berbagai organisasi yang diatas adalah terucapnya sumpah pemuda pada awal abaad ke-20 yaitu pada tahun 1928. Lahirnya sumpah pemuda yang di prakarsai para pemuda ini menunjukan bahwa kita juga serius ingin membangun bangsa yang lebih baik, pemuda dari berbagai penjuru negeri menyatakan bahwa mereka mempunyai cita-cita yang sama untuk bangsa kita.

           Gerekan para pemuda tersebut tidak luput dari pengaruh para tokoh-tokoh nasional yang tua terhadap sumbangsih pemikiran meraka, para tokoh nasionalis tua yang telah lebih dulu mengenyam berbagai jenjang ilmu dari masa kolonialisme lama memberikan sumbangsih pemikiran-pemikiran mereka terhadap para pemuda, seperti contoh adalah H. Agus Salim, H.O.S. Tjokroaminoto dan masih banyak lagi tokoh-tokoh nasional yang mempengaruhi pemikiran para pemuda waktu itu. Dengan dijembatani oleh pemerintah colonial melalui jenjang Pendidikan tersebut membuat khasanah pemikiran-pemikiran baru yang bisa diadopsi terhadap kemajuan bangsa kedepannya. Jika ditilik lebih jauh lagi, pemerintah kolinial membangun sekolah-sekolah tersebut hanya untuk diberikan kepada anak-anak dari pemerintah kolonial itu sendiri, tapi seiring berjalannya waktu banyak juga para kaum pribumi yang mengenyam jenjang Pendidikan lewat sekolah-sekolah yang didirikan oleh pemerintah kolonial itu sendiri.

           Tanpa disadari pembangunan sekolah-sekolah tadi menjadi boomerang tersendiri bagi pemerintah kolonial, dari situ tonggak pemikiran-pemikiran yang diajarkan di sekolah tadi oleh kaum pribumi diajarkan kepada masyarakat sekitar, ajaran-ajaran pemikiran tersebut adalah menghilangkan kepercayaan mitos-mitos yang membelenggu masyarakat selama ini, yaitu cara berpikir logis. Dengan cara berpikir logis tadi kita memikirkan masa depan bangsa, kemana arah bangs akita akan dibawa kedepannya. Dari pemikiran-pemikiran tadi para tokoh-tokoh masyarakat juga bisa lebih mudah mempengaruhi masyarakat untuk bergerak maju demi kebaikan Bersama dan menghilangkan rezim yang bisa dibilang kejam, yang memberikan efek yang sangat buruk kepada bangsa.

           Apa iya sih pengaruh kolonialisme itu mesti buruk?. Jawabannya tidak mesti pengaruh dari masa kolonialisme belanda itu buruk, cerita di atas tadi memberikan sebuah informasi bahwa pemerintahan kolonialisme itu tidak selalu memberikan dampak buruk kepada bangsa dan masyarakat. Dari didirikannya sekolah-sekolah oleh pemerintahan kolonial tadi memberikan dampak positif bagi bangs akita, yahh bisa dibilang walaupun sebegai boomerang mereka sendiri sihh. Dari sekolah-sekolah itulah para tokoh-tokoh, pemuda dan lapisan masyarakat dapat mengenyam Pendidikan yang keesokan harinya akan sangat berpengaruh terhadap kebangkitan bangsa ini, selain semangat primordial yang telah ada sejak turun temurun tidak bisa disangkal bahwa pengaruh adanya Pendidikan yang didirikan oleh pemerintah juga memberikan dampak dari kebangkitan bangsa kita.

           Jadii kesimpulannya tidak semua pengaruh kolonialisme yang telah terjadi selama hampir 3,5 abad memberikan efek buruk terhadap bangsa, selain semangat nasional yang telah diturunkan sejak zaman primordial efek dari adanya program sekolah kolonial tadi juga berdampak baik kepada kita, so apakah kita tetap mengcap kolonialisme belanda buruk untuk kita sob?


calendar
14 Sep 2026 09:04
view
4
wisataliterasi
Malang, Kota Malang, Jawa Timur
idle liked
1 menyukai karya ini
Penulis Menyukai karya ini
close
instagram
Unduh teks untuk IG story
Cara unduh teks karya
close
Pilih sebagian teks yang ada di dalam karya, lalu klik tombol Unduh teks untuk IG story
Contoh:
example ig