oranment
play icon
@resensiAnasya_ Kutukan Ingatan: Menelusuri Jejak Hitam 1965 Lewat Memori Alam
Resensi
Kutipan Resensi @resensiAnasya_ Kutukan Ingatan: Menelusuri Jejak Hitam 1965 Lewat Memori Alam
Karya anasyarahim3876
Baca selengkapnya di Penakota.id

Judul          : Namaku Alam

Pengarang     : Leila S. Chudori

Penerbit       : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)

Tanggal terbit : 20 September 2023

ISBN         : 978-623-134-082-5

Jenis          : Fiksi

Tebal halaman : 438 Halaman


Sinopsis : 

Buku “Namaku Alam” adalah sebuah novel yang ditulis oleh Leila. S. Chudori. Novel ini menceritakan tentang kehidupan Segara Alam, karakter utama dari novel ini. Segara Alam merupakan anak dari sebuah tahanan politik. Hal ini membuat hidupnya dihantui oleh sosok bapaknya yang telah dibunuh dan dianggap sebagai pengkhianat negara. 

Kisah ini diawali dengan pengenalan karakter utamanya yang mempunyai kelebihan, photographic memory. Sebuah kemampuan yang membuatnya dapat mengingat semua hal dengan jelas. Kemampuan tersebut membuat Alam mengingat hal-hal yang trauma dan dianggap sebagai kutukan olehnya.

Sejak kecil, Alam berteman dengan Bimo dan dekat juga dengan ‘Om Aji’. Sosok ayah yang tidak dimiliki oleh mereka. Alam tidak pernah bertemu dengan bapaknya hingga akhir hidupnya dan bapaknya Bimo dieksil ke luar negeri karena dituduh memiliki keterlibatan dengan gerakan komunis. Kesamaan dari nasib keluarga mereka mempererat hubungan mereka.

Sejarah menjadi minat Alam karena alasan personalnya yang menjadi bagian dari naskah sejarah yang berusaha dimusnahkan oleh pemerintah. Hal tersebut membuat Alam dan sahabat masa kecilnya–Bimo untuk bergabung dengan ekstrakulikuler ‘Para Pencatat Sejarah’ di SMA mereka. Ekstrakulikuler ini mempunyai visi untuk belajar dan mencatat seluruh sejarah, termasuk yang tidak diakui oleh pemerintah pada masa itu.

Novel ini berlatar pasca tahun 1965 yang juga menceritakan kisah masa kecil Alam dan Bimo yang di bully oleh pihak eksternal maupun internal yang disebabkan oleh label keluarganya yang merupakan ‘keluarga tapol’. Selain membahas sejarah, penulis juga menyinggung isu-isu perempuan. Seperti menunjukkan sosok-sosok yang kuat. Salah satunya adalah Surti, ibu Alam yang berjuang untuk membesarkan Alam dan kedua kakaknya walaupun direndahkan oleh aparat-aparat negara dan terpaksa ditinggal oleh suaminya–Hananto yang kabur karena diburu pemerintah. Sedangkan kedua kakak Alam, Kenanga dan Bulan juga mempunyai peran yang besar dalam perkembangannya. Hadir juga Dara Ariana, sosok perempuan yang membuat Alam jatuh cinta karena ia mempunyai karakter yang tangguh. 


Kelebihan :

mengankat isu sejarah yang sensitif dan penting, Leila S Chudori berani mengangkat trauma politik dan sosial yang dialami oleh keluarga korban peristiwa 1965.


Kekurangan :

Temanya yang berat dan emosional, bagi para pembaca yang tidak terbiasa dengan tema politik dan trauma yang kelam, narasi yang di sampaikannya mungkin terasa terlalu berat dan emosional berpotensi membuat penbaca merasa terdiam.


Kesimpulan :

Cerita dari novel ini berpusat pada kisah perjuangan hidup seorang penyintastragedi 1965 yang harus bangkit dari trauma, melawan diskriminasi "anak penghianat negara", dan mencari jati diri di bawah bayang bayang sejarah kelam.

calendar
25 May 2026 14:16
view
2
idle liked
0 menyukai karya ini
Penulis Menyukai karya ini
close
instagram
Unduh teks untuk IG story
Cara unduh teks karya
close
Pilih sebagian teks yang ada di dalam karya, lalu klik tombol Unduh teks untuk IG story
Contoh:
example ig