

Saya menyaksikan dengan khusus bapak muda di sampingku itu menghisap dalam rokok di tangan kirinya. Sesekali mengangkat gelas berisi kopi hitam pekat dan menyeduhnya. Tatapannya kosong tanpa gadget.
Tas hitam besar digendongnya seakan membawa ribuan masalah.
Sekira setengah jam berikutnya, ia mengangkat tubuhnya yang lunglai untuk membayar dua batang rokok dan secangkir kopi manis. Ia bergegas kembali mengadu nasib di tengah riuh kehidupan.

