oranment
play icon
Mutiara nasihat guru
Cerpen
karya @bilaaa
Kutipan Cerpen Mutiara nasihat guru
Karya bilaaa
Baca selengkapnya di Penakota.id

Seorang santri yang duduk di bangku kelas 3 tsanawiyah dengan kepintarannya yang membuatnya sejak kelas 1 tsanawiyah tak pernah lengser dari peringkat 1. Namun sayangnya dikarenakan santri itu merasa bahwa kepintaran yang ia miliki sudah sangat cukup untuknya, santri itu pun enggan menerima masukan dan saran dari ustadz-ustadzahnya. Santri itu adalah.........

"Zawwaf!" seru pria bersarung yang sedang berdiri di depan mading pesantren al-Hikmah.

"iya, kenapa?" sahut si pemilik nama.

"Kamu peringkat 1 lagi nih, udah liat mading?" tanya pria itu kepada Zawwaf.

"Oalah sudah" jawab Zawwaf pada pria itu.

"Kamu sendiri peringkat berapa An?" tanya Zawwaf pada pria yang bernama Andaru.

"Alhamdulillah 4" jawab Andaru dan dibalas anggukan oleh Zawwaf.

"Oh ya ngomong-ngomong bentar lagi kan cerdas cermat bakalan diadain, kamu udah siap?" tanya Andaru.

Bukannya menjawab, Zawwaf malah bertanya balik. "oh iya ya, kapan tuh diadainnya"

"insyaAllah senin pekan depan"

jawab Andaru.

"Ooh iya-iya" balas Zawwaf sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Nah, gimana kalau dari sekarang aja kita belajar ke ustadz Mizan, beliau kan ahli tuh dalam segala bidang" ajak Andaru.

"Ngapain, pasti saya bisa jawab kok tanpa harus belajar ke ustadz Mizan, pelajaran nya juga ngulang-ngulang doang dari kelas 1 jadi pasti mudah" tolak Zawwaf.

"tapi kan siapa tahu kita dapat saran-saran tambahan buat cerdas cermat nanti" balas Andaru.

"Nih yaa Andaru, saya aja bisa dapat peringkat 1 karena saya belajar sendiri tanpa harus ngikutin saran dari ustadz-ustadz" kukuh Zawwaf.

"Ya sudahlah terserah kamu saja saya mau ke perpustakaan" pasrah Andaru kemudian meninggalkan Zawwaf.

Sesampainya di perpustakaan Andaru bertemu dengan teman sekelasnya.

"Assalamualaikum Akhnan" salam Andaru.

"Waalaikumsalam, eh Andaru" jawab Akhnan.

"kamu lagi ngapain?" tanya Andaru.

"Saya lagi nyari referensi buku nih" jawab Akhnan.

"Buat apa emangnya?" tanya Andaru lagi.

"Jadi saya kemarin tuh lagi belajar buat karya tulis sama ustadz Mizan, terus beliau nyaranin saya buat banyak baca buku, ya udah saya ikutin" jelas Akhnan.

"oooh gituuu" balas Andaru menggantung.

"Eh saya mau nanya deh, kenapa kamu mau ngikutin sarannya ustadz Mizan?" tanya Andaru.

"Nih ya An, sebenarnya bukan sarannya ustadz Mizan doang yang saya ikutin, tapi ustadz-ustadz yang lain juga, kalau ditanya kenapa, karena saya masih butuh banyak masukan dari ustadz-ustadz dan masukan dari beliau-beliau itu gaa bakalan ngerugiin saya,juga nih ya Rasulullah saja senang menerima nasihat dan masukan dari para sahabat bahkan beliau Shalallahu alaihi wasallam tidak sungkan untuk meminta nasihat dan masukan dari para sahabat, beliau padahal makhluk paling mulia, lalu apa alasan saya yang masih sering lalai ini menolak nasihat dan masukan dari guru saya?, kan bisa saja saya mendapat berkah ilmu karena selalu ngikutin apa kata beliau-beliau" jelas Akhnan panjang lebar.

"MasyaAllah, iya juga ya, keren kamu" kagum Andaru pada Akhnan.

Akhnan pun hanya tersenyum menanggapi pujian dari Andaru.

Malam harinya ba'da shalat isya', santri-santri pesantren al-Hikmah berkumpul di masjid.

Ustadz Gusti maju untuk menyampaikan pengumuman mengenai cerdas cermat yang akan di adakan pada hari senin pekan depan.

"Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh, santri-santri yang insyaAllah selalu dirahmati Allah SWT, langsung saja ustadz disini akan menyampaikan pengumuman mengenai cerdas cermat rutinan untuk kelas 3 tsanawiyah yang sebentar lagi akan berlanjut ke jenjang aliyah. Cerdas cermat ini bertujuan untuk kita mengetahui seberapa jauh dan menguasainya pemahaman yang didapatkan oleh santri-santri selama 3 tahun di pesantren al-Hikmah, jadi dipersiapkan dengan matang yaa kelas 3. Baik saya rasa itu saja yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf, wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh.

Santri-santri pun bubar menuju kamarnya masing-masing.

Kamar 03.

"Eh teman-teman besok ada yang mau ikut saya belajar gak sama ustadz Mizan?" tanya Akhnan pada teman-teman sekamarnya.

"Saya ikut dong" sahut Andaru.

"Saya sama ustadz Gusti" ucap Zidni.

"Kamu belajar sama siapa Waf?" tanya Akhnan pada Zawwaf.

"Yaa sendiri juga bisa saya, bakalan tetep paham kok" jawab Zawwaf.

"Yaa siapa tahu kan kalau diterangin lagi sama ustadz, pemahamannya bakalan lebih luas lagi" ucap Akhnan.

"Palingan muter-muter aja pelajarannya terus habis itu dikasih masukan yang belum tentu saya lakuin" kukuh Zawwaf.

"Nah justru itulah mutiaranya, disaat ada tambahan masukan dan nasihat dari ustadz" ucap Akhnan.

Udah lah saya tahu saya harus ngapain, tanpa harus dapat saran dari ustadz" balas Zawwaf.

udah yaa saya mau tidur, udah ngantuk nih" ucap Zawwaf menutup obrolan.

Keesokan harinya.

Teman-teman Zawwaf mulai belajar dengan guru pembimbingnya masing-masing, Zawwaf sendiri sedang duduk didepan koperasi Al-Hikmah sambil menikmati tahu goreng yang baru saja dibeli oleh nya.

Hari berikutnya pun seperti itu, disaat teman-temannya belajar, Zawwaf malah tidur di masjid, karena Zawwaf pikir dia akan dengan mudah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan saat cerdas cermat nanti.

Hari perlombaan cerdas cermat pun tiba, seluruh santri kelas 3 tsanawiyah sudah duduk dengan rapih di masing-masing kursi yang sudah disediakan oleh panitia pelaksana.

Pelaksanaan cerdas cermat ini disaksikan oleh seluruh ustadz dan ustadzah, juga seluruh santri² lainnya. 

5 menit sebelum dimulai, para peserta diberitahu perturan-peraturan, dalam cerdas cermat ini terdapat 2 babak, pada babak pertama, seluruh peserta akan ikut, tetapi pada babak kedua, hanya 4 peserta saja yang berhasil lolos dari babak pertama.

1 menit sebelum dimulai, santri-santri diberi waktu untuk berdoa terlebih dahulu.

Perlombaan pun dimulai.

30 menit telah berlalu, 4 peserta pun tersisihkan yaitu Zawwaf, Akhnan, Abdurrahman, dan Azril, mereka berempat lah yang lanjut ke babak kedua, di babak terakhir ini akan disisihkan 1 pemenang saja.

Babak kedua pun dimulai.

10 menit berlalu, tersisa Zawwaf dan Akhnan, pembacaan soal pun berlanjut, pada soal ini Zawwaf mulai merasa kesulitan yang mengakibatkannya gelisah, sedangkan Akhnan masih terlihat begitu tenang walaupun dia membutuhkan waktu yg sedikit lama untuk menjawab soal, tetapi karena Akhnan mengamalkan pesan dari ustadz Mizan yaitu " Nan, ketika ada soal yang lumayan sulit, kuncinya adalah tenang, tidak perlu gelisah dan serahkan pada Allah, insyaAllah jika Allah menghendaki kamu untuk bisa menjawab, maka insyaAllah kamu pasti bisa" pesan itu yang selalu Akhnan ingat ketika dihadapkan dengan pertanyaan yang sulit. Disisi lain Zawwaf semakin sulit berpikir karena dirinya telah dipenuhi dengan kegelisahan.

5 Menit berlalu ditemukanlah pemenang cerdas cermat tahun 2024, yaitu Akhnan Al-mubarok.

Akhnan pun menghampiri ustadz Mizan dan menyalimi tangan beliau seraya berkata "Terimakasih ustadz, atas bimbingan ustadz selama ini"

"Akhnan, kamu bisa menang itu karena ridho Allah, dan juga karena ketekunan kamu dalam belajar, juga bisa jadi ini adalah buah dari kemanutan kamu terhadap guru nak" jelas ustadz Mizan. 

Zawwaf yang akan keluar dari ruangan perlombaan tidak sengaja mendengar perkataan ustadz Mizan.

"Harusnya kemarin saya minta diajarin juga sama ustadz Mizan" lirih Zawwaf dalam hati.

"iya ustadz Alhamdulillah" balas Akhnan.

"Ya sudah Akhnan, ustadz mau ke ruang guru dulu yaa masih ada yg harus dikerjakan" pamit ustadz Mizan.

Selepas perginya ustadz Mizan, Zawwaf pun menghampiri Akhnan.

"Assalamualaikum" salam Zawwaf.

"waalaikumsalam" jawab Akhnan.

"Selamat yaa Nan buat kemenangannya" ucap Zawwaf.

"Iya sama-sama" balas Akhnan.

"Eh Nan, saya mau nanya deh" ucap Zawwaf.

"Kamu kok tadi pas babak terakhir bisa tenang banget sih, padahal kamu jawabnya lumayan lama" tanya Zawwaf.

"ooh itu... jadi saya itu mengamalkan pesan dari ustadz Mizan, kata beliau kalau sedang dihadapkan dengan soal yang sulit, kuncinya itu yaa harus tenang, karena kalau kita gelisah maka kita udah gaa bisa lagi memahami soalnya" jelas Akhnan.

"ooh gitu yaa Nan, sekarang saya sadar kalau selama ini saya salah" ucap Zawwaf.

"Salah apa Waf?" tanya Akhnan.

"Selama ini saya tuh selalu mikir kalau saya tuh udah gak butuh masukan dari ustadz-ustadz lagi, karena saya ngerasa apa yang saya lakukan itu sudah benar dan tidak perlu saran atau nasehat lagi" jelas Zawwaf.

"Alhamdulillah kalau kamu sudah sadar Waf, kita emang gaa boleh ngerasa si paling benar ataupun sipaling tahu karena pada dasarnya kita itu adalah makhluk yang kapan saja bisa lalai dan salah, jadi kita harus senantiasa mengikuti masukan dan nasihat guru kita" balas Akhnan.

" Iya Nan, mulai sekarang, saya akan selalu minta masukan dan mengikuti nasihat setiap guru" ucap Zawwaf.

Semenjak hari itu Zawwaf pun senantiasa meminta saran dan nasihat dari gurunya karena sejatinya kita hanyalah makhluk yang selalu membutuhkan petunjuk.

~Tamat~

calendar
26 Dec 2024 17:29
view
15
idle liked
7 menyukai karya ini
Penulis Menyukai karya ini
close
instagram
Unduh teks untuk IG story
Cara unduh teks karya
close
Pilih sebagian teks yang ada di dalam karya, lalu klik tombol Unduh teks untuk IG story
Contoh:
example ig