oranment
play icon
Dalam Diam Aku Menunggu
Cerpen
karya @cakmat
Kutipan Cerpen Dalam Diam Aku Menunggu
Karya cakmat
Baca selengkapnya di Penakota.id

Di usia 28, langkahku mulai tertata,

tak lagi mengejar bayang, tapi makna.

Lalu kau datang, di usia yang muda, dengan luka yang belum kering, air mata yang masih ada.


Aku tak datang dengan janji atau bunga,

hanya dengan telinga yang sedia mendengar

dan bahu yang tak keberatan menampung resahmu. Kupikir, mungkin dari luka kita bisa tumbuh.


Hari-hari pun kita rajut perlahan,

kupetik senyummu dari reruntuhan,

kupeluk hatimu yang dingin dengan hangat ketulusan. Dalam diam, kususun harap dalam kesunyian.


Aku tahu, aku bukan yang termuda,

bukan yang terpintar, bukan yang terpoles rupa. Tapi aku yang ada—di saat kau hancur dan tersudut. Aku yang tetap, meski tak pernah disebut.


Lalu suatu senja, kau datang dengan kabar baru, tentang seorang teman lama yang kini dekat kembali. Matamu berbinar, dan aku tahu, itu bukan untukku. Cintamu bukan hasil kesabaran, tapi kenangan yang dulu.


Dia lebih muda, lebih cerah, lebih bersinar.

Sedang aku, hanya bayang yang menyemangati di saat kau terpuruk. Kau memilihnya dengan mudah, sementara aku belajar melepaskanmu dengan susah.


Tak apa, karena mencintaimu bukan soal memiliki. Tapi bagaimana aku belajar menjadi lebih tenang, dalam menerima bahwa tidak semua yang tulus akan dikenang.

calendar
06 Jul 2025 11:49
view
20
idle liked
0 menyukai karya ini
Penulis Menyukai karya ini
close
instagram
Unduh teks untuk IG story
Cara unduh teks karya
close
Pilih sebagian teks yang ada di dalam karya, lalu klik tombol Unduh teks untuk IG story
Contoh:
example ig