

Ada yang berubah sejak kamu datang.
Bukan duniaku, melainkan hatiku, ia jadi lebih indah, lebih ringan, lebih tahu cara bersyukur meski hari biasa-biasa saja.
kamu tahu? dalam filsafat bahasa, makna bergantung pada konteks. Maka jika suatu hari aku berkata "aku rindu", tolong pahami; itu bukan teori, itu gejala yang tak bisa kudefinisikan.
Maka, jatuh cintalah kepadaku...
bukan karena aku kuat menahan badai, tetapi karena aku bersedia berdiri di sampingmu saat dunia mulai runtuh perlahan.
Bukan karena aku tidak pernah hancur, tetapi karena aku memilih mencintaimu, meski tertatih-tatih menata serpihanku sendiri.
Pun, bukan karena aku membuatmu lupa segalanya, tetapi karena aku ingin jadi tempatmu mengingat bahwa kamu layak dicintai. Dan aku akan menjagamu, bahkan saat kamu tidak bisa menjaga dirimu sendiri.
Jatuh cintalah kepadaku...
Aku ingin jadi seseorang yang bisa kamu ajak diam tanpa canggung, tanpa perlu menjelaskan mengapa dunia begitu berat, tanpa harus menjadi orang lain.
Kamu tahu? aku tak butuh alasan lain untuk bersamamu, selain karena kamu adalah kamu.
Aku tak akan mengubahmu menjadi seperti yang lebih bisa kusukai. Aku ingin mencintaimu dalam bentuk yang paling utuh; yang keras kepala, yang rapuh, yang takut kehilangan, dan yang pura-pura kuat. Sebab aku adalah orang yang ingin mengenal segala versimu, versi yang tersenyum dan mudah dicintai, juga versi yang lelah dan memilih menjauh dari semua orang.
Jatuh cintalah kepadaku...
sebab aku ingin menjadi bukti bahwa cinta bisa datang dengan pelan, tetapi tetap tinggal.
Aku ingin jadi rumah yang tidak menuntutmu untuk selalu bahagia, tetapi membukakan pintu selebar-lebarnya saat kamu butuh tempat rebah.

