

Aku mempraktikkan amor fati
Kuterima kehampaan dan berdamai dengan sunyi, lagi lari dari eksistensi
Kucintai takdir, seakan mengafirmasinya sepenuh hati
Pada perjalananku menciptakan diri,
Kujumpai anggunmu dalam balutan gaun putih yang suci
Lalu, aku memberanikan diri untuk menaruh hati
Bukan karena sepi atas ilusi, melainkan karena
melihatmu sebagai; keindahan sejati
Apabila ini bagian dari kriminalisasi,
Aku bersedia menunggu pagi di balik jeruji besi, bahkan untuk jutaan hari
Padamu—
yang membebaskanku dari kekosongan abadi.

