

aku berkesah pada aspal basah.
aku merapal pada dinding tua.
aku bersimpuh pada malam yang diam.
aku bertanya pada langit yang tak pernah menganggapku ada.
aku putih saat pertama kau ketuk,
kemudian berubah jingga saat kau berani melirik,
dan aku benar-benar merah rona saat kau menarik.
tapi pada akhirnya, aku diam yang tak berpesan.
merenung jiwa dikala berulah.
ku-rapal kan mantra, demi cinta kotor yang berdosa.

