oranment
play icon
Kematian di Medan Perang
Puisi
Kutipan Puisi Kematian di Medan Perang
Karya dpranantya
Baca selengkapnya di Penakota.id

Dari jauh terdengar teriakan yang suaranya disamarkan oleh hujan.

Teriakan yang bersumber dari seorang pejuang di medan perang.

Tangan kanannya memegang pedang bernama keteguhan,

tangan kirinya memegang tameng bernama kepercayaan,

dan tubuhnya dilindungi oleh cinta dan kasih sayang yang tabah seperti baju zirah.

Terlihat sempurna meski pada akhirnya ia tewas.

Ia dihantam dari segala penjuru di medan perang.

Bahkan ketika ia sudah terkapar lemas

seseorang datang

menawarkan sebuah kesempatan emas

dan ternyata hanya sebuah perangkap untuk dikirimkan pulang.

Ribuan anak panah dilontarkan secara diam-diam.

Anak-anak panah yang dibakar menggunakan kata-kata dan janji-janji manis yang begitu menyala menghujani tamengnya hingga pecah.

Kemudian ratusan pedang mampu menyayat baju zirahnya bahkan pedangnya pun tak tersisa dibabat oleh hal-hal yang tak habis ia pikirkan.

Baju zirah yang agung itu pun hancur tak bersisa

diporak-porandakan pedang yang menyala

namun menyembunyikan segala realita yang ada.

Satu serangan dari belakang

dan satu serangan dari depan

menyudahi hidupnya di medan perang.

Barangkali ia sudah tau akan diserang

dari dua arah berlawanan,

tapi ia tetap berusaha melawan dengan tenang,

sebab baginya tak ada senjata yang lebih ampuh dari kepercayaan.

Atau justru memang ia tak tahu

kalau ia akan diserang

maka ia tetap berani maju

meski akhirnya dikirim pulang

dari medan pertempuran,

sebab yang ia tahu

senjata paling ampuh di medan perang

adalah kepercayaan.


Bojonegoro, 10-10-20

calendar
11 Oct 2020 19:38
view
290
wisataliterasi
Malang, Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia
idle liked
0 menyukai karya ini
Penulis Menyukai karya ini
close
instagram
Unduh teks untuk IG story
Cara unduh teks karya
close
Pilih sebagian teks yang ada di dalam karya, lalu klik tombol Unduh teks untuk IG story
Contoh:
example ig