

Dari satu rak buku ke rak buku lain
tak kutemukan sesuatu yang kucari.
Barangkali, obat patah hati juga tak dijual di sini.
Padahal, kata orang-orang
obat patah hati adalah membaca buku puisi
dan kemudian menulis sebuah puisi.
--
Di rak nomor 8,
kutemui sebuah buku
dengan sampul berwarna merah mawar.
Ia bercerita tentang seorang gadis
yang mengagumi seorang lelaki
tapi tak ia cintai, hanya sebatas kagum.
Kagum karena lelaki itu serba bisa,
menjadi kakak,
menjadi aktor,
menjadi pelawak,
bahkan menjadi pawang hujan.
Lelaki itu hanya dikagumi saja,
sebab pada halaman ke 1-3 pada kata ke 2019
perempuan itu telah memiliki kekasih.
Hal yang wajar dalam cerita roman
bahwa cinta disajikan sepaket dengan patah hatinya.
--
Setelah itu kuambil buku tersebut,
ku bayarkan ke kasir,
ku buka secara langsung,
kemudian aku masuk ke dalamnya
dan menjadi lelaki dalam buku roman tersebut.
Malang, 2020

