

sejak kapan kau jadi ahli patah hati
menerka tiap lembar kalender
ada garis takdir, memelukku hingga lembar terakhir
hati kian melapang, raga ini sajak rindu
kata demi kata menunggu hingga pilu
angka-angka kini terlihat abu
kita usai, kupilih diam
sedang bulan terus membesar
hari-hari makin mekar
kau, ialah usia tak utuh
berkali-kali di mataku tanggal merah main prosotan
jiwaku jalan asam garam
menurutku cukup, dada ini medan perang
angka-angka kusam lahir tiap pekan
kalender halaman terakhir terlanjur kutelan
(2013)

