

sudah berapa kali
kau bangun tidur dan menangis?
menatap cermin-- kau diam
mendapati dirimu sendirian, dan
tak ada yang memuaskanmu.
tak ada. bahkan,
secondhand serenade kesukaanmu,
dan lagu-lagu di gawaimu.
barangkali benar
yang kau pikirkan selama ini,
bahwa hidup tak pernah
sesederhana kutipan buku,
dan kau semakin percaya
bahwa puisi hanya bagus dalam buku.
kau mulai menatap jendela
yang berembun setebal kesedihan
di bawah matamu,
dan mulai mencari sesuatu
yang hilang--
dan tak kembali.
- 24 Desember 2025

