

Ada rongga-rongga kalimat yang masih padat dengan kata.
Padahal penaku beradu hangat tergenggam bersamaku. Jendela sedari dulu tertutup, masih sama keadaannya. Tiada salam atau yang sampai kepadamu, ataupun berbalik padaku.
Setahun berlalu...
Cepat bukan? tidak bagiku.
Setahun waktu yang lama untuk diajak melupa. Aku butuh waktu puluhan malam agar terlihat baik-baik saja. Banyak hujan yang turun setiap malam sebelum ayam menyambut pagi.
Aku yang berusaha menjadi manusia cukup berguna. Apapun aku lakukan. Agar terlihat kuat? tidak juga. Hanya mengikuti kemana takdir membawaku, dengan pilihan berlabu dengan bahagia atau menetap dengan kesedihan
Jika diberi waktu untuk bertemu suatu saat nanti, walaupun hanya berpapasan, aku berharap kamu tidak jatuh pada perasaan yang telah ku bentengi selama ini.
Terakhir,
Aku berharap kamu 'manusia jahat' bahagia, terlepas dari orang-orang yang melukaimu.
Aku tak apa, tidak usah di jadikan beban untukmu. Aku sudah mulai terbiasa dengan keadaan.
Sampai bertemu dengan kehendak-Nya dan aku merindukanmu.

