

RESENSI NOVEL LAUT BERCERITA
Identitas Buku
Judul Buku: Laut Bercerita
Penulis: Leila S. Chudori
Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia), Jakarta
Tahun Terbit: Cetakan pertama, Oktober 2017
Tebal Buku: x +379 hlm
Harga: 115,000,00 (P. Jawa)
ISBN: 978-602-424-694-5
Orientasi
Novel Laut Bercerita adalah salah satu novel fenomenal karya Leila S. Chudori, seorang penulis dan jurnalis senior asal Indonesia.Novel ini secara khusus didedikasikan bagi mereka yang "dihilangkan" dan terus hidup dalam ingatan selamanya. Melalui narasi yang kuat, buku ini mengangkat kembali ingatan kolektif bangsa tentang peristiwa kelam di masa lalu yang penuh dengan perjuangan dan pengorbanan.
Sipnosis
Novel ini terbagi menjadi dua bagian besar yang diceritakan dari sudut pandang yang berbeda. Bagian pertama, Biru Laut, berlatar tahun 1991 hingga 1998. Cerita dimulai dengan pengejaran dan penangkapan para aktivis mahasiswa yang kritis terhadap rezim saat itu. Biru Laut, bersama rekan-rekannya di organisasi Winatra, bergerak di bawah tanah untuk mendiskusikan rencana gerakan perubahan, meski terus-menerus dihantui oleh intaian intelijen. Kisah ini menggambarkan penderitaan fisik dan mental yang mereka alami di tempat-tempat penyekapan yang gelap dan keji.
Bagian kedua, Asmara Jati, mengambil latar waktu tahun 2000 hingga 2007. Cerita berfokus pada keluarga yang ditinggalkan, terutama Asmara Jati (adik Laut), yang terus mencari kepastian tentang keberadaan kakaknya. Bagian ini menggambarkan bagaimana rasa kehilangan yang tak berujung berdampak pada keluarga yang ditinggalkan dan perjuangan mereka dalam menuntut keadilan di depan Istana Negara.
Analisis Dan Evaluasi
Kelebihan:
Kekurangan:
Penutup
Laut Bercerita adalah sebuah buku wajib baca bagi siapa saja yang ingin memahami harga dari sebuah demokrasi dan kemerdekaan berpendapat. Buku ini tidak hanya menawarkan cerita fiksi, tetapi juga penghormatan terhadap kemanusiaan. Novel ini sangat direkomendasikan bagi pembaca dewasa yang menyukai genre fiksi sejarah, mahasiswa, serta pegiat hak asasi manusia. Buku ini berhasil membuktikan bahwa meskipun seseorang bisa dihilangkan, namun suaranya akan tetap "bercerita" selamanya melalui tulisan.

