

Kau lupa,
Tak semua yang kau inginkan terkabul
Tak semua yang kau harapkan tercapai
Lalu kau merenung dan menggumam dalam gelapmu
Berfikir bahwa semesta membencimu
Kau lupa,
Sebenarnya semua yang telah kau dapatkan sebelunya ada bayarannya
Kau bertaruh dengan takdir dengan harga yang mahal
Lalu kau memenangkannya
Kau lupa,
Dia selalu mengingatkanmu
Bahwa mendung tak selalu berarti hujan
Dan kau selalu berpegang pada egomu
Kau lupa,
Kau yang selalu meminta pelangi
Dan saat hujan turun, kau mengeluh dengan luapan
Berkata bahwa semesta lagi-lagi membencimu
Kau lupa,
Bahwa yang menurutmu baik tak selamanya baik untukmu
Malam tak selamanha menyeramkan
Dan gelap tak selamanya jahat
Kau lupa,
Tanpa pekatnya malam dan gelap
Bintang tak akan berkilau
Dunia tak akan lebih sunyi dan damai
Mengapa kau selalu tak merasa puas?
Mengapa kau selalu mengeluh?
Dan menagapa kau selalu lupa diri?
Rama Hyuga, Agustus 2026.

