

Dulu angin berbisik di daun kita berdua,
Tawa menari ringan, tak terikat rindu.
Kini angin diam, bawa debu ke biru,
Daun gugur senyap, tanpa salam perpisahan itu.
Jalan setapak kita ukir penuh cerita,
Kini rumput liar telan jejak lama.
Bintang senja kita hitung berdua,
Kini sembunyi awan, tak lagi memanggil nama.
Ruang kosong tumbuh di napas yang sepi,
Sungai kering tanpa banjir atau dahaga.
Kau pergi kemana, angin tak beritahu siapa,
Bayangmu menguap, jadi kabut pagi yang pudar.
Persahabatan hilang seperti mimpi terlupa,
Tak ada pisau potong, taka da badai ganas.
Hanya keheningan pelan yang merenggut kita,
Mengisi celah hingga tak ada lagi asa.

