

Didepanku berdiri lelaki yang akrab kami sebut sang tuan muda
Tuan muda itu menatap tajam padaku
"sudah kukatakan nona, aku mampu membeli semua hal yang ada padamu"
"Jadi, mari terima lamaranku dengan cepat"
Aku tersenyum simpul dengan kesombongannya
Tuan muda, sudah kukatakan engkau memang kaya namun tak akan mampu membeli perasaanku
Bukankah itu sama dengan yang terjadi saat ini
beberapa orang terus berusaha menggapai hati
hati seseorang yang bagaimanapun akan tetap
tetap kembali pada 1 hati
Tuan muda, jika memang bukan engkau yang ditakdirkan memiliki hatinya
maka sia sia belaka lah uang 7 turunanmu itu
sang Tuan muda tersenyum kecut
sadar mungkin gadis didepannya sudah menolak
tapi tuan muda,
engkau beruntung
karna aku terpikat pada cinta sombongmu itu
jadi mari turun dan jadilah gelandangan sepertiku
Sang tuan muda menjawab
bagaimana mungkin aku bisa menolakmu namun
kau yang harus ikut denganku
bagaimana mungkin aku mencintaimu dan memberikanmu kekurangan
ikutlah ke kudaku, aku akan memberimu tempat menuju rumahku
lalu demikian berakhirlah kisah dongeng ini

