Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
CERPEN

Witness of The Rose

Oleh ichsannurseha

 


Aku Mawar, ini merupakan kesaksian singkat ku atas kisah seorang manusia. Konon, bunga jenis sepertiku mampu merasakan dan meramalkan ke mana nantinya kelopak, tangkai yang berduri segenap wewangiannya akan tinggal. Ini seperti suatu hal yang tidak ditanamkan oleh Tuhan kepada makhluk-makhluknya yang lain; hewan dan manusia.


 


 


Mungkin hampir setiap tumbuhan sepertiku nampaknya memiliki kelebihan seperti ini; meskipun kami tidak bisa berbicara tetapi raga dan sukma kami selalu setia menjaga. Kami sungguh sangat berterimakasih kepada Sang Maha Pemilik Hidup, Ia telah menciptakan semuanya dengan penuh perhitungan yang tepat dan sangat presisi. Dengan begitu, Ia tidak pernah meleset dari sangkaan-Nya, apa yang Ia kehendaki pasti semuanya akan terjadi. Tentu itu dengan rumusan dan pertimbangan yang sangat matang.


 


 


Bahkan, semisal makhluk sepertiku dapat kemewahan untuk bisa "berbicara"--seperti banyak manusia yang seringkali luput dalam setiap langkah geraknya. Rasanya, sesekali aku ingin bersaksi bahwa ada sesuatu dzat yang mencipta dan mengendalikan hidup ini. Tapi toh ada baiknya juga, tumbuhan seperti kami ini tidak dapat dan tidak diberikan ke-istimewa-an seperti yang satu itu; dititipkan mulut untuk bisa berbicara. Sebab jika kami para tumbuhan ini diberikan keistimewaan yang seperti itu tentu keadaannya akan semakin runyam saja. Melihat beberapa fenomena manusia di bumi saja sudah sangat pelik, padahal kami pula juga tidak pernah dititipkan organ secanggih "otak" yang itu juga produk dari salahsatu manifestasi-Nya.


 


 


 


Pada saat itu, di hari yang cukup cerah. Kami kumpulan dari aneka bunga tengah dipersiapkan pergi dari perkebunan di desa untuk dipindahtempatkan ke kota; dalam sebuah Pasar Bunga. Pasar Bunga menjadi tempat singgah sementara, untuk kemudian kami musti singgah ke tempat lain. Bagi kami para kawanan bunga, agaknya senang sekali dan merasa ada sedikit suatu kebanggaan; melihat mereka memperjual-belikan kami. Kami tidak bisa melawan suatu ketetapan ini, malah yang ada kami senang. Dengan begitu, banyak dari mereka yang memanfaatkan kami selain karena unsur yang ada dan melekat pada kami.


 


 


Tiba pada sebuah wadah, kami ditempatkan berdasarkan jenis bunga. Ada kelompok bunga melati, bunga matahari, dan banyak jenis bunga lain. Meskipun para pedagang dan pengepul ini sekilas memiliki bau badan yang tidak segar, setidaknya dominasi wewangian kami menutupi aroma yang tidak enak untuk dihirup itu. Wewangian dan bau yang khas, ketika beragam jenis bunga bersatu dan dibariskan melahirkan sebuah aroma yang sangat indah dan segar dihirup oleh hidung dan mata manusia. 


 


 


Kami para bunga juga bisa berkomunikasi dengan bunga yang lain. Mereka berbicara dan bertukar kisah; tentang ke mana mereka nantinya akan pergi. Ada yang berkisah tentang dirinya akan diberikan sebagai sebuah lambang dari wujud kasih sayang, ada pula yang berkisah bahwa dirinya akan pergi untuk mewakili suatu ungkapan atas bentuk kesedihan. 


 


 


 


Sampai tiba ada pertanyaan yang tiba menghampiriku, pertanyaan itu dilahirkan dari bunga lain yang disandingkan tidak jauh dariku.


 


 


 


 


"Lalu, bagaimana dengan kisah seseorang yang akan membawamu? Apakah ia akan mengalami suatu hal yang penuh dengan suka-cita atau malah sebaliknya?"


 


 


 


 


Ketika dirasa hanya aku lah satu-satunya bunga mawar yang tidak berani untuk mengeluarkan kisahnya sedikitpun di antara kawanan tangkai bunga yang lain. Mereka langsung berkesimpulan sama denganku, bahwa: orang yang akan membawaku selepas dari Pasar Bunga akan mengalami suatu hal yang di dalamnya terdapat ihwal kesenangan dan kemalangan dalam satu waktu, secara bersamaan.


 


 


 


 


 


Tangerang, 2020.


 

Jumat 17 Juli 2020
95
2 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Ichsan Nurseha

ichsannurseha

Upaya menyalurkan dari beberapa yang ada.

Tuliskan tanggapanmu tentang Witness of The Rose

Baca karya Ichsan lainnya

PUISI

Siapa Penyair?

Minggu 07 Juli 2019
-
79
PUISI

Mabuk

Minggu 07 Juli 2019
-
76
PUISI

Solilokui Alejandro

Selasa 09 Juli 2019
-
81

Witness of The Rose

Cerpen oleh Ichsan Nurseha

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah