Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
PUISI

Pertemuan Semu

Oleh indevinite
Pada cangkir tehku yang kesekian kali, kuingat satu-satu pertemuan kita yang jarang. Aku bayangkan percakapan yang hening dan misterius. Barangkali tempias hujan pada kaca jendela terdengar lebih ramai di luar. Bukankah kita hanya bergelut dan bergulat dengan diri sendiri?

Teh dan rindu berdua mengepul di sebelah jendela yang penuh tetesan air. Kita simpan kata-kata dalam dada masing-masing. Buat kamu dan buat aku saja. Dalam ruang yang sempit itu, kita jelajahi luas belantara kalbu satu sama lain.

Kau berkisah tentang kota kelahiranmu yang jauh. Di sana terbentang laut biru yang memeluk sepanjang pantai. Juga tentang dirimu yang bertahun melewati musim-musim asing dan tak kaukenal. Lalu kuceritakan padamu tempat favoritku. Tempat segala warna tumbuh mekar tiap April lalu gugur selepas Agustus — sebelum aku pindah ke kota abu-abu ini.

Hujan di luar sudah selesai, begitu pula cangkirku yang sudah tandas. Mungkin punyamu juga. Kulihat kau beranjak menyeduh segelas lagi. Tapi kali ini kauminum dalam ruang sendumu sendiri.

Begitulah, pertemuan semu kita setiap hari pada bulan sebelas yang lembap dan dingin. Sementara waktu bergulir, diammu dan diamku makin sibuk berkelindan di antara kita: bercakap-cakap.
Jumat 04 Januari 2019
61
0 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Deviana Kurniawati

indevinite

Suka bulutangkis, urban sketching, dan nonton drama.

Tuliskan tanggapanmu tentang Pertemuan Semu

Baca karya Deviana lainnya

PUISI

Beranda Masa

Senin 25 September 2017
-
216
PUISI

How I Ever Love Your Mind

Kamis 05 Oktober 2017
-
86

Pertemuan Semu

Puisi oleh Deviana Kurniawati

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah