

Kepalaku sakit sekali. seluruh memori berputar acak, sangat cepat, di dalam kepalaku. Hatiku meletup letup. Sudah sejak akhir tahun kemarin segala tentangmu membuncah lagi. Sama seperti tulisan yang lahir kembali. Aku menyadari bahwa hanya kamu lah yang mampu aku tuliskan sungguh sungguh. Tanpa kerangka, terus mengalun dengan ritme yang pas.
Tiga tahun aku sempat berpikir perasaan ini telah layu. Lalu aku sadari ia tidak pernah benar mati. Ia tertanam jauh di dalam hati, akarnya menghujam dan tumbuh subur meski tak kusirami.
Aku menyadari sepenuhnya akan serapuh apa aku jika—misalkan—kamu kembali dalam bentuk apapun. Aku hampir menikmati ketidakhadiranmu dan menerimamu sebagai cerita yang telah ku lelang kepada waktu. Sehingga malam ini, ketika belum genap satu minggu berlalu di 2026, kepalaku sakit sekali karna setelah sekian lama, aku harus kembali menampung seluruh bayang bayangmu.
Maka biarlah kutumpahkan—segala sesak tentangmu—ke dalam tulisan tulisan pilu ini. Sambil terus kurapal,
"Jangan tumbuh lagi, jangan tumbuh lagi"

