

Telah tanggal cemas dari hati yang pernah terhempas,
meninggalkan jarum-jarum kenangan, yang membuatku bungkam diam dalam tenang
Aku diam saat hujan sore kala itu membasahi kerinduan, menuai panorama seyumannya bukan lagi sebuah harapan,
Aku hanya takut akan ketenangan
Cacat dengan digenangi kekecewaan
Aku takut tenggelam dalam ketenangan,
Hilang arah dalam kekecewaan
Kini tak ku hiraukan lagi pelangi yang menghampiri,
Ingin rasanya ku sapu semua dentingan waktu untuk kembali merindu.
Aku benci ini..
Cinta yang kau tanam dengan megah,
Kini tumbuh menjadi ranting-ranting luka yang tumpah serapah.
Aku pernah mati seperti mawar,
Layu dengan kenangan,
Lalu kering di akhir catatan yang pudar,
Wahai puan...
Akulah senja yang tak pernah kau sebut dalam catatan mu,
Menggema suara lirih megah dari sisi telinga ku,
Akulah pagi dalam aroma hidup dalam bangun mu—
Tuan...
Aku muak dengan kepedulian mu
Aku datang dengan pembuktian....
Aku tak suka cara mu merayu,
Aku suka saat sepi mu, mengadu dalam benih rasa ku,
Aku tak peduli
Aku peduli!!!
Dan aku hadir dalam bola mata mu yang sayu itu,
Kisah yang begitu rumit aku mengerti,
Aku mengerti, kalimat janji yang menyatu lalu pergi ke lain hati,
Aku akan menghidupkan cinta mu yang telah mati itu,
Aku akan tersenyum jika langit kau dapat,
Gundah resah mu memang menyulitkan,
Tapi takdir kini akan memberimu jawaban dan tuhan tidak akan membiarkan mu mati tanpa cinta...
Kasihku..
Aku pun tak akan pernah berhenti tersenyum sebelum dan sesudah kau bahagia.
Percayalah kasih, hati yang patah akan terus mengalir di dalam kedalaman resah
Tuan... Maka jangan cintai Aku
Wahai puan... Mencintai mu akan membuat tersenyum ku diam di kejauhan alam,
Tuan... Maka biar akulah yang tenggelam
Ohh puann... Tak akan ku biarkan, kau harus mereda dalam seiring waktu berjalan
Entah sebab musababnya, dalam syair yang bahagia
Segenggam cinta ku berikan padamu.
Dan kau tak Akan tau...
Biarkan kita menyatu dikalimat rindu yang tak akan menyendu,
Derai luka mu akan cukup sampai di sini,
Dalam gelap gulita yang sedang mewarnai
Sekarang aku mengerti tuan..
Aku lega kau ucap seperti ini..
Aku harap tuhan memberi jalan, atas apa yang telah kita perjuangan dari tebing sepi..
Mari kita bangun kerajaan...
Belajar mengerti mu...
Dalam kesanggupan yang akan kau kerjakan..
-JinggaXbiru

