

Kita manusia, Tan Malaka pernah berkata kita adalah manusia adalah hewan yang berfikir", jelas memiliki nalar dan logika lebih, memiliki segudang ilmu, bisa memilih mana yang baik dan mana yang benar, tak salah mendengarkan apa yang orang lain bicarakan tapi kita harus dapat memilih dengan bijak, percuma hidup sebatas hidup kau hanya seperti seekor semut hanyut bergantung pada sepotong rumput yang diayun-ayunkan gelombang, perkataan selamanya bukan menjadi sebuah kebenaran.
Menganggap perkataan dia* adalah sebuah kebenaran, "Maha benar dia* atas segala firmannya". Ya memang dia* lebih belajar duluan ketimbang kita, tapi untuk apa kita belajar dan terus berenang dari hulu hingga hilir demi mencari ilmu kalau hanya sebatas menjadi anjing, yang selamanya mengikuti perkataan mereka, kita boleh salah, (benar) hanya semesta yang tahu, tidak selalu yang kita pikirkan itu benar. Tidak selalu yang kita sangkakan itu kebenaran. Kalau kita tidak mengerti alasan sebenarnya bukan berarti semua jadi buruk dan salah menurut versi kita sendiri.
Orang boleh salah, agar dengan demikian ia berpeluang menemukan kebenaran dengan proses autentiknya sendiri. -Cak Nun

