oranment
play icon
Aku Rasa Aku Sedang Halu.
Cerpen
Kutipan Cerpen Aku Rasa Aku Sedang Halu.
Karya jinggabiru
Baca selengkapnya di Penakota.id

(Aku sarankan sembaring mendengan lantunan lagu Kunto Aji - Pilu Membiru Live Experience)


Aku menemuimu, suatu hari, di saat langit sedang kelabu-kelabunya. Tepat di persimpangan jalan, tempatmu biasa mondar-mandir sepulang kampus.



Kau menyeka rintik-rintik air yang membasahi rambutmu akibat gerimis di bulan februari. Ku amati kau dari bawah rindangnya pohon ini. Di saat itulah, aku sadar—kita sedang saling beradu tatap.


~


"Boleh aku berdiri di bawah pohon itu?"~


Kau terburu-buru menghampiriku sedikit basah baju mu, meneduh dikarenakan hujan


~ "Aku melihat diriku ada padamu."~


"Apa?" ~ Aku berteriak, sengaja. Rupanya suara hujan jauh lebih nyaring ketimbang suara beratmu.


~


"Aku bilang, aku melihat diriku ada padamu!"


"Maaf?" ~


Hanya itu yang dapat kusampaikan, setelah beberapa detik berusaha mencerna arti dari ucapanmu.


"Kau seperti alien dalam duniamu sendiri. Dan aku seperti astronot yang menjelajah dunia luar."


Hai Kamu Yang Sedang Di persimpangan jalan.


Aku tertawa dibuatmu.~ Namun tak kutemukan sedikitpun raut geli di wajahmu.


~"Payungmu itu duniamu. ~ Aku astronot yang kebetulan melintasi galaksi ini, lalu tanpa sengaja kau temukan." Kau melanjutkan.


~"Lalu, apa itu alasanmu kemari? Meminta untuk ditemukan?"


Aku bingung, dari serentetan pertanyaan di kepalaku, kenapa pada akhirnya aku memilih yang itu?


~


"Aku tak merencanakan apapun. Pertemuan ini sebuah anugerah. Sang Pencipta—penentu segala sebab musabab."


~~~


Rupanya kita menyimpan cerita yang sama, do'a-do'a yang serupa, keinginan yang serupa, dipanjatkan agar kelak kita berdua dapat dipertemukan dalam waktu dan dimensi yang tak terduga bahkan sama.


~


Pada pagi hari ini, aku membuka mata.


Menyongsong realita, bahwa pertemuan itu hanyalah kejadian yang berlangsung semalam saja.


~


Setelahnya, aku menunggumu lagi di tempat yang sama meneduh di pohon yang rindang dan kau tetap berjalan seperti biasanya.



Tak berpaling.~


Bahkan tak memandangku sedetik pun.


~~--


Mau sampai kapan?



Relung rasa yang nampaknya hanya kehaluanku saja.


Salam saya JinggaXBiru dan cerita ini benar benar nyata ku alami, terimakasih.


calendar
28 Feb 2020 14:13
view
222
wisataliterasi
Perum Bumi Mutiara Serang No.18, Banjaragung, Kec. Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten 42121, Indonesia
idle liked
1 menyukai karya ini
Penulis Menyukai karya ini
close
instagram
Unduh teks untuk IG story
Cara unduh teks karya
close
Pilih sebagian teks yang ada di dalam karya, lalu klik tombol Unduh teks untuk IG story
Contoh:
example ig