

Titik Awalku Tak Sepertimu
Usah kaurapal berapa banyak
diammu di ujung geladak
jalan-jalan terjal yang beringas
Usah kauhirup jutaan luka menjadi-jadi umpatan
dadamu:tempat dikulai napas
di mana mati bukanlah sebuah soal
Hanya hitungan
hilang bersama harap
kaurampas dirimu di tiap malam
Bertanya akan takdir pada sorot mata yang tak mampu membaca
"kebahagiaan"
Di bawah langit yang mengecam
semua doa yang tak pantas kaupanjatkan
Setiap kata dan harap
yang kauterima
makian-makian yang menjelma dendam
Dengan pelan kauberucap
siapakah aku pada dunia yang megah ini?
Mengapa aku hanya mampu memeluk
kegagalan
sebagai lagu penghantar tidurku.
Jakarta Di Ujung Pena

