Dalam kesendirian aku mengarang puisi,
Akankah sunyi mematikan sebagian diri?
Sahaya termangu menanti kasih.
Dari pekatnya pandangan bermuara ke palung hati,
Diksiku tiada sanggup kusudahi ; tiada aku kau dapati.
Menukil yang termaktub dari sabda Francisco Rudy—
"...puisiku tak benar-benar selesai, karena cinta tak pernah selesai"
Sepertimu,
Aku gandrung untuk disiasati,
Apalah aku senantiasa berdalih.