

Banyak orang yang mengajarkan bahwa kita yang berbuat baik akan mendapat upah dari Tuhan. Salahkah pengajaran seperti itu? Tentu tidak! Ada ayat-ayat Alkitab yang memang menyatakan hal itu.
Matius 10:42
“Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.”
Kita harus selalu dan terus berbuat baik kepada meja orang. Jengah lah kita jemu-jemu berbuat baik, selama masih ada kesempatan, mari kita berbuat baik.
Kepada siapa? Kepada teman sajakah? Kepada orangtua sajakah? Atau kepada orang yang kita kenal saja? Tidak! Tetapi kepada semua orang. Berbuat baik tidak hanya kepada orang yang kita kenal atau orang-orang tertentu saja melainkan kepada semua orang yang kita kenal, maupun tidak.
Dalam Alkitab banyak ayat yang mengajak kita untuk berbuat baik, bahkan ada dikatakan agar kita mengasihi musuh kita.
Lukas 6:35
"Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat."
Dalam ayat itu, dikatakan bahwa kita juga harus mengasihi musuh kita dan berbuat baik kepada mereka walaupun mereka mungkin telah jahat dan menyakiti kita. Kita berbuat baik juga jangan mengharapkan balasan atau imbalan. Berbuat baiklah dengan tulus.
Ada satu saat kita mau berbuat baik tapi sudah tidak bisa. Kalau Tuhan kasih kesempatan, kasih kesehatan, berkat, masih kasih kekuatan, inilah kesempatan kita berbuat baik.
۰⁀➷ Jangan berhenti berbuat baik ⋆。˚ ⋆˙⊹

