

Apa kodratnya rindu?
Haruskah ia tumbuh bersama rasa ingin bertemu,
Jika rindu baru hadir ketika pertemuan terjadi
Dan keinginan belum sempat terbenih?
Apakah rindu berkodrat dengan kata?
Jika rindu dirasa, maka kata diucap
Berharap rindu bersambut, menjawab sebuah pertanyaan
Mengecup bunga tidur lebih nyenyak
Bagaimana jika ternyata kodrat rindu bukan pertemuan,
bukan kata-kata,
Bagaimana jika kodrat rindu adalah kehampaan?
Saat rindu dirasa, maka sejenak waktu membeku
Diri merenungi sepi dan hampa yang silih bersaing
Kesendirian yang menyemai rindu, entah dengan apa atau siapa
Maka, apakah kodratnya rindu?
Atau mungkin rindu sebenarnya semu,
Dan rindu hanyalah abstraksi dalam imaji?

