Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya

Teguh Setiawan

Kisaran

10

Mengikuti

11

Pengikut

Teguh Setiawan

Kisaran
Tentang Penulis

Menulis tanpa kotak.

Tempat,tanggal lahir

Kisaran, 20 November 1996

Media Sosial

Semua

(76)

Puisi

(73)

Cerpen

(3)

Naskah Drama

(0)

Resensi

(0)
Kamis 17 Desember 2020
-

Kauadalah api yang diciptakan untuk penghakimanMembakar penuh perhatianpada malam-malam yang kikuklaluPada waktu aku menjelma malamKaumembakar ditunggangi sentimentalMencoba menandingi matahariMenghabisiku dalam satu sulut nyala apiMenyisakan bara yang tak boleh kau pad...

0 Penulis Terpikat
0
38
Rabu 16 Desember 2020

Aku adalah katak yang dipelihara piton yang ba ik ha ha ha ha ( ma ) ti /O llllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllll O\ ŋ

1 Penulis Terpikat
0
77
Jumat 11 Desember 2020
-

Demi waktu yang memuai lebih luas dari seharusnya,demi dimensi yang menjauh meski tak ke mana-mana, dandemi rindu yang lebih rakus dari oksidasi logam alkali pada oksigenNiscaya; bunga akan tetap mekar, meski kupu-kupu memakan dirinya sendiriNiscaya; awan-awan yang berp...

0 Penulis Terpikat
0
40
Kamis 10 Desember 2020
-

Dewasa tak selalu bicara soal usiaBanyaknyaia bergumul di sela waktudan melahirkan evolusi-evolusiyang menjulang tinggi dengan santunPasca bulan biru itu, tawamu jadi lebih lepasDi antara jeda-jeda yang luassenyummu membuat gentar Darwin atasseberapa cepat 52 Hz bisa bo...

2 Penulis Terpikat
0
44
Rabu 09 Desember 2020
-

Persiapan menemuimu butuh waktu selamanyaMenghabiskan masa hidupku yang tak seberapaPerlu air selautan untuk menyegarkankuSegera bersolek ria di hadapan cerminyang terkekeh melihat tingkahkuSebelum Laut Aral bertransfigurasi gurun dalam semalamSeperti apa harap yang ada...

2 Penulis Terpikat
0
40
Kamis 21 Mei 2020

Hari ini di bibir hutan pagi butaMatahari terbit dua kaliSatu di timurSatu di senyummu

4 Penulis Terpikat
0
94
Kamis 02 April 2020

Untuk puan:Hamba akan menjadi bulbus oculiMencuri pandang dan relung yang kudusBak cavitas orbitalis, melindungi adalah farduTanpa celah, bak canalis opticusSedetik kala ini, hamba akan hapuskan apparatus lacrimalis atas nama hibatAgar air mata pantang jatuh, meski mega...

1 Penulis Terpikat
0
72
Rabu 01 April 2020

Kau mainkan untukku, sebuah lagu tentang negeri di awan. Di mana kedamaian menjadi istananya. Dan kini tengah kau bawa aku menuju ke sana. .-–--.. Di sore yang cukup cerah, Medan khidmat merapalkan rindunya pada Bandung. Sosok yang dicintainya sejak lama. Membina hubun...

2 Penulis Terpikat
0
70
Senin 30 Maret 2020

Suara ombak menderu bibir pantai di malam yang sunyi. Bintang-bintang sibuk memudar–terangkan kemilaunya di kaki langit. Sebuah rumah sederhana berdiri enggan di dekat sebuah nyiur meliuk yang khas. Di dalamnya terdengar bincang hangat keluarga kecil. Keluarga nelayan...

5 Penulis Terpikat
0
71
Minggu 29 Maret 2020
-

Malam berbintang cerah tanpa serigalaMalam makan malam tanpa harus kelamMalam tanpa awan yang menawanMalam bahagia penuh tawa sewaKupikir lebih baik cepat datang ke pesta ituAcara kehormatan orang kaya bisuSemua adalah kehormatan, lalu tamumenjadi satu berbaur paduKupik...

1 Penulis Terpikat
0
52
Sabtu 28 Maret 2020

Babak I Budi seorang supir pengantar sayur-mayur dari Selatan Jauh ke Utara Jauh dan sebaliknya. Komoditas utamanya adalah jagung sebagai bahan pokok sereal. Malam ini, dia berkendara sendiri melintasi hutan jati di kanan kiri jalan, biasanya pria hampir paruh baya itu...

4 Penulis Terpikat
0
101
Kamis 19 Maret 2020

dan bersama dirimu, menjadi tidak romantis adalah tindakan paling romantis.

1 Penulis Terpikat
0
56
Kamis 19 Maret 2020

aku sipu.......t yang lugu/kaku/meringku malu kdi antara beribu debulangit yang mengaku- !aku kan...

1 Penulis Terpikat
0
70
Rabu 18 Maret 2020

Cla, bagaimana rasanya hidup bersyukur?Menikmati berkah tak terukurーpun dengan sejumlah keluargayang sejak lama kau banggaーkan pernah kau bilangantara cinta dan kenangーantara Jawa dan Sumatera masihlagi kau berterima kasihpada Tuhanmu ーpun denganku laikdicinta, kare...

1 Penulis Terpikat
0
52
Selasa 17 Maret 2020

Ruang-ruang kosongKursi-kursi bungkamDebu-debu lucuSsst..Tahi lalatmu hingarMendesau di punggung meja, di pungkur jeruji mirat

0 Penulis Terpikat
0
57
Senin 16 Maret 2020

Dalam deru hujan yang mencaci-makimalam dengan napas-napas kiーtangan yang menggerayangーindah matamu bergerilya menangmenerawang,bak cenayang mengusir makhluk halusbibirmu semanis senyum mawar kudusーah jangan laginantiminta lagidi beranda paling sudutjemarimu menyentu...

0 Penulis Terpikat
0
84
Minggu 23 Pebruari 2020

Pagi-pagi ibu-ibu cari api.Memantik api di ladang minyak.Kantongi jeriken, pamer kedunguan.Memotong akal, memotong antrean.Bensin hanya untuk mesin-mesin yang haus,bukan kantong-kantong yang rakus.Bukan seksis atau misoginis,yang laki-laki juga sama. Isantesik najis.

1 Penulis Terpikat
0
53
Sabtu 22 Pebruari 2020

Beberapa kerikil menyikapi perdebatan dengan keras kepala.Sebagian menyanggupi pekerjaan dengan kematangan fisik.Menindakkan kekerasan dengan kekerasan.Bersikeras hidup di segala aral. Perkotaan, pemukiman berhantu, bahkan di gurun yang sunyi.Baginya, hidup adalah bentu...

2 Penulis Terpikat
0
78
Kamis 20 Pebruari 2020

Kata bunda, "Untuk kamu."Kataku, "Untuk apa?"Kata bunda, "Jaga-jaga."Kataku, "Terserah saja."Kata bunda, "Untuk negara."Kataku, "Untuk apa?"Bangsat!Kata bunda, "Mati saja."

1 Penulis Terpikat
0
61
Rabu 19 Pebruari 2020

Belum juga tumbuh, rambut-rambut harapan itu enggan.Matahari juga masih di peraduan, kikuk tak habis pikir.Kaki-kaki itu masih memaku, mengelompokkan diri atas ketakutan.Matanya menganga, hatinya runtuh, pandangannya lari.Banjir dari ngarai, tersedu-sedu."Ibu, Ibu, Ibu...

1 Penulis Terpikat
0
58
Selasa 18 Pebruari 2020

Di jari-jari lengannya malam.Ada jari-jari lain di antara jari-jari kita.Menggenggam, berbisik.Di jari-jari besi jendela bundar.Terali yang dingin, jari-jari yang hangat.Bukan cuma jari-jarimu, jari-jariku.Jari-jari siapa?Di kisi-kisi gelap yang tenang.Jari-jari itu mem...

1 Penulis Terpikat
0
63
Senin 17 Pebruari 2020

Bukan lagi tentang puan yang cantik,yang duduk di karang danawa,yang parasnya merajam senja berpulang tanah,berputih tulang,yang memaksa laut kalang kabut menawar batang tubuhnya agar ramah memeluk dara.Bukan lagi tentang puan yang ayu,esemnya, tilikannya, rautnya,yang...

1 Penulis Terpikat
0
60
Minggu 16 Pebruari 2020

Kadang-kadang kalau kita duduk di kantin.Kamu di kursi, aku di harap.Aku selalu ingin bilang kamu cantik,tapi kamu jauh.Satu, dua, tiga meja dari sini.Teman kamu, teman kita batasi intensi tuan gila yang jatuh hati, bangkit, jatuh lagi.Tawa mereka frekuensi nyasar, tari...

1 Penulis Terpikat
0
81
Sabtu 15 Pebruari 2020

Jauh sebelum bara menyakiti hawa di belantara bisu,sebelum suaranya habis ditelan mega-mega mendung yang mengantuk,sebelum awan terjaga di antara subuh dan malam yang kesiangan,sebelum malam mengkonsumsi bara yang menyakiti hawa di belantara bisu.Jauh sebelum itu,bunda...

0 Penulis Terpikat
0
65
Jumat 14 Pebruari 2020

Manekin yang lupa diri,duduk manis di meja bundar rendah menyentuh lutut.Menyesap manisnya bunga-bunga yang berguguran dari bunga tidur ke cangkir melamin motif bunga-bunga.Namanya Mawar, aromanya anyir, tubuhnya dingin.Ototnya mengurat tanda ia adalah pengalaman itu se...

1 Penulis Terpikat
0
88
Kamis 13 Pebruari 2020

Kaki-kakimu kaki-kaki langit yang mendung.Di antara kaki-kakiku yang menangisi kaki-kaki ardi yang kaku.Kaki-kaki kita kikuk.

2 Penulis Terpikat
0
68
Senin 22 Juli 2019

Meskipun matahari sudah terbit dua kali ba'da subuh ini,merangsek malu di antara anak rambut pepohonan yang terjaga sewindu lebih.Menyentuh paviliun milik buana, lalu terajut di sana.Satu di balik bukit, agak ke atas menyembul pelan. Pelan sekali.Satu lagi di sini, baru...

0 Penulis Terpikat
0
94
Senin 13 Mei 2019

Waktu kita bertengkar tadi, daun-daun berguguran.Taman kota menciut, hati pun turut.Aku takut.

0 Penulis Terpikat
0
80
Minggu 12 Mei 2019

Dari sana nalarku mengembara, lantas hilang dalam perantauan. Di kemudian hari ditemukan bersanding dengan mahkotamu, Aku jatuh hati.

0 Penulis Terpikat
0
83
Sabtu 11 Mei 2019

Awalnya garis-garis luka ini berelegi.Terkadang senandung ria dan selawat.Seminggu lalu, entitasnya memudar.Bersilir-silir.Artisnya mungil.Liliput perupa sistem solar.Sst.. Ia sedang tidur.

1 Penulis Terpikat
0
83
Jumat 10 Mei 2019

Sangkala mengunyah perjalanan tiap manusia yang saling terikat antar kisi berwarna.Bukan salah putaran detik yang mengkungkung, waktu menuakan tanpa persetujuan, ibarat falkon melihat cacing.

0 Penulis Terpikat
0
80
Kamis 09 Mei 2019

Ketika waktu menenggelamkan momen indah sekian lama lalu dan sekejap mereinkarnasikannya kembali dengan tetes tirta dari mata kanan.Aku bahagia.

0 Penulis Terpikat
0
105
Rabu 08 Mei 2019

Demi malam yang kujaga sampai pagi agar tak lepas rindu-rindu itu kala tak lagi aku terjaga.Di antara hela napas masing-masing ubin yang berbaris patuh,dan gorden yang terasimilasi noda bekas dialog kita tengah malam lalu.Aroma angin yang lembab berbisik lewat kosen jen...

0 Penulis Terpikat
0
63
Selasa 07 Mei 2019

Alam tak pernah mengkhianati siapapun yang mencintainya. Membagi kasihnya dengan adil. Melakukan tugasnya tanpa keluh.Manusia hadir untuk saling menikam.Menyebarkan kebencian sama rata.Membangun peradaban untuk kudeta.Alam ateis, manusia poli.Alam tak punya guru, manusi...

1 Penulis Terpikat
0
99
Senin 06 Mei 2019

Mengalir seperti sungai, bertumpuk lentikular.Perandaian hidup tak terprediksi.Miliaran jaringan kecil terpilin dalam carut-marut molekul

0 Penulis Terpikat
0
92
Minggu 05 Mei 2019

Sangkala mengunyah perjalanan tiap manusia yang saling terikat antar kisi berwarna.Bukan salah putaran detik yang mengkungkung.Waktu menuakan tanpa persetujuan ibarat falkon melihat cacing.

1 Penulis Terpikat
0
87
Sabtu 04 Mei 2019

Wahai bunga yang jengah dengan maki.Aku kumbang di atas kelopakmu mendengar keluh dalam sunyi.Bukan kadupul yang kurangat, apalagi dendrobium di ladang sana.Aku datang karena ingin.Memadumu dengan kisah.

1 Penulis Terpikat
0
89
Jumat 03 Mei 2019

Aku melebur bersama hujan.Menjadi satu dengan rindu.Jatuh tepat di genting rumahmu.Meluas di rumput liar di hadapan berandamu.Menyapa ayunan yang bunuh diri di pohon jambu dan bangku bercat putih yang gelisah.Aku basah.Oleh kenangan.Oleh tangis mega.Aku pulang, Juwita.T...

2 Penulis Terpikat
0
86
Kamis 02 Mei 2019

Punggungmu berbicara banyak.Di antara bibir jendela dan partitur tua.Disela angin yang bernyanyi sendu.Pertikaian parfummu dan aroma rumput basah.

4 Penulis Terpikat
0
108
Rabu 01 Mei 2019

Tengah hari itu.Seorang tuan duduk di tepi kening gedung.Berkisah dalam diamnya.Cerita tentang malam lalu dengan seorang puan.Tentang pertemuan mereka dasawarsa silam di lembar kesekian di gedung kembar.Setelahnya, kata 'pisah' terucap di antara gemintang dan merkuri la...

2 Penulis Terpikat
0
73
Kamis 10 Januari 2019

Bahkan guruh tidak tahu kilatannya menyakiti pertiwi setiap kali ia menangis.

0 Penulis Terpikat
0
195
Rabu 09 Januari 2019

Bertentangan dengan alam, aku jatuh cinta padamu. Melawan gravitasi, relungku melayang-layang.

0 Penulis Terpikat
0
107
Selasa 08 Januari 2019

Ditenggelamkan gelombang senyum manis madumu. Tersedak lalu mati sambil menggenggam tanganmu. Menarikmu ikut bersamaku. Agar laut tahu, kita juga bisa abadi.

0 Penulis Terpikat
0
95
Senin 07 Januari 2019

Bin-yaa, dan sebuah kereta api menujumu. Dalam salah satu gerbongnya. Seorang puan mencumbui jendela kaca dan bersirat atas rindu pada hidup yang akan berakhir di detik berikutnya. ーBersandar kisah kasih bersanding improvisasi; Buah janji sehari sebelum kemarin l...

0 Penulis Terpikat
0
116
Minggu 06 Januari 2019

Selalu ada kupu-kupu yang pulang sebelum subuh. Terbang lewat lorong-lorong yang mengantuk.

0 Penulis Terpikat
0
76
Sabtu 05 Januari 2019

Di rumah tua di pinggir kota kecil. Semilir angin dan gemerisik daun jati. Kucing putih berdebu yang tidur di keramik dingin. Terik matahari yang bebas. Di beranda, duduk di rumah tua. Tak ada suara kecuali gores tinta di lembar kertas. Aroma buku kumpulan sajak...

0 Penulis Terpikat
0
90
Jumat 04 Januari 2019

Aku di sini. Aku tidak pergi. Aku tidak hilang. Aku di sini. Meringkuk dalam hangat kain batik bermotif rindu dan kenangan ibu pada hidup. Ditemani partitur sunyi, bintang mati, dan foto ibu sewindu dulu. Aku di sini. Angin di sini sejuk. Sama hijau dan biru...

0 Penulis Terpikat
0
163
Rabu 26 Desember 2018

Kita semua lupa caranya merayakan ulang tahun bersama-sama. Berfoto setelah rasa malu mendera. Kita lupa rasanya pulang bersama. Tawa, kantuk, dan kepolosan. Serta bohong yang diterima asal lucu jadinya. Kita lupa nikmatnya makan bersama. Diburu waktu dan umur...

0 Penulis Terpikat
0
87
Senin 24 Desember 2018

Dalam pekat kabut akhir April. Tentang mimpi. Tentang harap. Tentang bulan dan langit malam. Bisakah bunda mendengarku? Pahami tarian lebah dan 10 desibel mauku. Narasi buta tentang rasa rindu. Bisakah bunda? Kenapa bunda tersenyum? Lupakah bunda tentang dara, yang se...

1 Penulis Terpikat
0
141
Sabtu 22 Desember 2018

Matamu adalah jendela. Tempatku melihat mega yang menangisi pertiwi. Pepohonan yang merelakan daunnya berguguran. Senyummu adalah taman kecil dengan kolam. Menyejukkan dan teduh, tempat dimana aku menghabiskan sangkala di dalamnya. Jemarimu adalah beranda. Tak...

0 Penulis Terpikat
0
100
Kamis 20 Desember 2018

Terkadang dari matamu sering gerimis. Setelah seharian mega mendung beriring di wajahmu. Lalu kau simpan sungai di antara pipimu, yang mengalir dari pelipis hingga hilir di dagumu. Biasanya banyak burung dan semak liar, serta bangkai pesawat yang terbingkai bias di...

0 Penulis Terpikat
0
104
Rabu 19 Desember 2018

Jangan bersedih! Jangan menangis di ujung minggu macam ini. Angkat kepalamu! Lihat mega-mega menggembala dirinya sendiri.

0 Penulis Terpikat
0
80
Selasa 18 Desember 2018

"Sejak kapan kita berdua menjadi dekat?" Tanyamu. "Sejak senja kalah cantiknya darimu" Jawabku.

0 Penulis Terpikat
0
106
Senin 17 Desember 2018

Aku tidak ingat bagaimana hari ini dimulai. Tapi bersamamu sepanjang hari, menjadikan hari ini tidak bisa berakhir.

0 Penulis Terpikat
0
119
Minggu 16 Desember 2018

Seperti ada yang kurang. Padahal sudah ada kucing di pangkuanku. Segelas kopi di atas meja. Seperti ada yang kurang. Padahal sudah hujan di luar sana. Petir saling silang menyambar rindu. Seperti ada yang kurang. Padahal lembaran tugas tertumpuk renta di ujun...

0 Penulis Terpikat
0
88
Selasa 13 November 2018

Lustrum keempat jenakamu sampai jua. Lebih lucu dari dagelan dulu. Kenakan kosong lebih terbuka. Bak batuk menahun pada Merbabu. Wulang bentala pada basyar kaku. Jangan duduk kaki kaku-kaku. Lebih baik berdiri mengira-ngira. Sampai kapankah kira-kira?

0 Penulis Terpikat
0
90
Senin 12 November 2018

Dari hulu matamu berjatuhan anak-anak ikan. Mondar-mandir cacat arah kelelahan. Sekali dua kali bertatapan dengan palungku. Seperempat jauh jatuh tergugu-gugu. Sepenggal ingin sejengkal langkah. Seringan iman yang merekah. Sebentar biru sebentar merah. Dari Ibn...

0 Penulis Terpikat
0
93
Minggu 11 November 2018

Merajam tubuh dalam duka. Mengais harap. Pahami kumbang yang kagumi bunga. Meski bumi telah mencumbunya dalam kala.

0 Penulis Terpikat
0
105
Sabtu 10 November 2018

Di sengal nafas ibu kota. Antara debu dan peluh. Wangi mawar dan melati dalam narasi. Berjalan bersama bergandeng takdir.

0 Penulis Terpikat
0
83
Sabtu 10 November 2018

Matahari lalu tersenyum. Maka laut menari. Di antara daun yang sendu menjelajahi. Larik bisu.

0 Penulis Terpikat
0
77
Sabtu 10 November 2018

Dipeluk degup kencang rasa takutmu kehilanganku. Takut hujan tak lagi mencumbu bentala. Takut laut tak lagi bernyanyi. Takut pabila takutmu meradang. Di bawah atap bersama sunyi. Basah membengkak menyadari. Takutmu takutku kehilanganmu.

0 Penulis Terpikat
0
122
Kamis 08 November 2018

"Sup apa Bu?" "Babi!" "Bagaimana mungkin persekusi atas uai kulakukan?" Besok pagi, sup hangat kuah kaldu berkelintaran.

0 Penulis Terpikat
0
82
Kamis 08 November 2018

Itu yang menunjukkan afsunmu meski tiada niat kau terangi. Di jengah waktu, maafku lamunmu kutebangi. Ala senyummu asa kusampaikan. Denganmu, masa depan terandaikan. Baik tidur atau jagamu, Bukan lagi abu-abu. Lewat senyum sampai jauh-jauh. Sudah jauh sampai...

0 Penulis Terpikat
0
101
Senin 05 November 2018

Seingatku jendela punya cerita. Tujuh empat limaku di rusuk jendela. Repetisi lakon tuan lesap dan hamba. Katanya pernah ada cerita dan warna, yang direguk selalu tanah dan lupa. Melerai hujan, mencari ihwal, hanya berhenti kala guruh marah betul. Agave pun fe...

0 Penulis Terpikat
0
112
Kamis 08 Maret 2018

Sejak kapan boleh sebuket bunga duduk manis di gerbong satu? Harum, ranum, lantas aku tergugu-gugu. Matanya sayu lamun tegas. Memberi album yang membekas. Deras kelembutan meluruh dari wajahnya. Tanda lahir yang melahirkan rasa. Pipinya membukit merah muda. Bak...

0 Penulis Terpikat
0
79
Jumat 23 Pebruari 2018

Malam itu gemuruh elegi mega bersahutan. Menyalahkan Afrodit di Olimpus laksana setan. Karena kini relungnya jauh lebih pagan. Dalam dan sangat jatuh pada Rawi yang arogan. Tiga dua puluh, Tuan Guruh jauh lebih tenang. Cintanya berbalasan. Bak syair di hati mert...

0 Penulis Terpikat
0
106
Senin 19 Pebruari 2018

Sekelebat yang memuncak kala mata kita bertemu. Di jarak rak susu dan rokok lokal. Senyummu yang tanggung lamun semanis susu. Jelas dan fasih menghalau akal. Hari ini mungkin tak saling sapa. Boleh jadi sewindu, anakku memanggilmu mama. Tapi setelah lelakimu m...

0 Penulis Terpikat
0
125
Jumat 09 Pebruari 2018

Semalam puan absen. Entah ke mana larinya. Biasa mengintip dari jendela bilik. Lazimnya menyirami bunga yang tidur kelelahan. Semalam puan di mana? Hamba cari di surau tidak ada. Kemarin dulu mengaji di sana, atau hamba yang pilong. Semalam hari apa? Kalau...

0 Penulis Terpikat
0
87
Jumat 19 Januari 2018

Dulu aku segelas anggur merah, lalu segelas lagi di meja reyot. Diseruput, disesap, enak katanya. Habis itu matanya merah, putingnya mengeras. Menjadi air wudu yang batal karena kentut. "Anggur merah itu halal, anjing!" Lakon pindah ke bilik sempit. Sekat-sekat triple...

0 Penulis Terpikat
0
120
Rabu 17 Januari 2018

Bisa jadi aku seperti humus basah di depan beranda. Malam ini bermandi keringat, besok pagi kering telanjang. Layaknya kasih untukmu yang sekarang basah. Esok boleh jadi kering disapu roda-roda karet yang sundal. Bisa jadi subuh nanti.

0 Penulis Terpikat
0
110
Selasa 14 November 2017
-

Jangan biarkan embun bunuh diri setelah tahu awaknya membanjur bait yang berpijar. Arahkan badannya untuk tidak menguap sebelum nur menengahi. Tenangkan kalutnya, sudahi cabarnya. Hela nafsinya merasa bersalah, bagi ia menangis. Maka batinnya akan kian bergidik, m...

0 Penulis Terpikat
0
136
Senin 13 November 2017
-

Kala mega masturbasi di lengan minggu. Kau puan itu, memilih bermain mata. Masa baskara malu-malu. Aku tuan itu, memilih bermain rasa. Agaknya getir dan asin. Sepat namun lembut di ujung lidah. Aroma di pangkal niamu hasil kemarin. Menjadikan hari ini tak beruj...

0 Penulis Terpikat
0
188
Senin 13 November 2017
-

Rumah ini senyap. Satu dekade setelah kau lupa caranya bangkit. Genta bait kita mengucap salam. "Cokelat atau kacang?" Sewindu setelah kau lalai mencuci piring. Sendok garpu kita berelegi sedu. "Rinduku berpautan esemmu." Sewarsa setelah kau linglung mana k...

1 Penulis Terpikat
0
199
Kamis 09 November 2017
-

Tampak lusuh pada harap. Lusuh pada harap. Pada harap. Harap.

0 Penulis Terpikat
0
291
Kamis 09 November 2017
-

Seperti mencintai baskara di balik santiran. Menenangkan untuk kukuh bertahan. Meski kadang badai kian binal. Timbul tenggelam lamun bagal. Filantropi padamu adalah perjuangan. Hidup mati adalah visinya. Afeksi untukmu berupa kenangan. Mati hidup adalah misinya.

0 Penulis Terpikat
0
260
Selasa 07 November 2017
-

Terakhir kali bermain harap, atmaku terpalit bintang jatuh. Dicubit konstelasi. Bungkam.

0 Penulis Terpikat
0
225
Rabu 01 April 2020

Kau mainkan untukku, sebuah lagu tentang negeri di awan. Di mana kedamaian menjadi istananya. Dan kini tengah kau bawa aku menuju ke sana. .-–--.. Di sore yang cukup cerah, Medan khidmat merapalkan rindunya pada Bandung. Sosok yang dicintainya sejak lama. Membina hubun...

2 Penulis Terpikat
0
70
Senin 30 Maret 2020

Suara ombak menderu bibir pantai di malam yang sunyi. Bintang-bintang sibuk memudar–terangkan kemilaunya di kaki langit. Sebuah rumah sederhana berdiri enggan di dekat sebuah nyiur meliuk yang khas. Di dalamnya terdengar bincang hangat keluarga kecil. Keluarga nelayan...

5 Penulis Terpikat
0
71
Sabtu 28 Maret 2020

Babak I Budi seorang supir pengantar sayur-mayur dari Selatan Jauh ke Utara Jauh dan sebaliknya. Komoditas utamanya adalah jagung sebagai bahan pokok sereal. Malam ini, dia berkendara sendiri melintasi hutan jati di kanan kiri jalan, biasanya pria hampir paruh baya itu...

4 Penulis Terpikat
0
101
Kamis 17 Desember 2020
-

Kauadalah api yang diciptakan untuk penghakimanMembakar penuh perhatianpada malam-malam yang kikuklaluPada waktu aku menjelma malamKaumembakar ditunggangi sentimentalMencoba menandingi matahariMenghabisiku dalam satu sulut nyala apiMenyisakan bara yang tak boleh kau pad...

0 Penulis Terpikat
0
38
Rabu 16 Desember 2020

Aku adalah katak yang dipelihara piton yang ba ik ha ha ha ha ( ma ) ti /O llllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllll O\ ŋ

1 Penulis Terpikat
0
77
Jumat 11 Desember 2020
-

Demi waktu yang memuai lebih luas dari seharusnya,demi dimensi yang menjauh meski tak ke mana-mana, dandemi rindu yang lebih rakus dari oksidasi logam alkali pada oksigenNiscaya; bunga akan tetap mekar, meski kupu-kupu memakan dirinya sendiriNiscaya; awan-awan yang berp...

0 Penulis Terpikat
0
40
Kamis 10 Desember 2020
-

Dewasa tak selalu bicara soal usiaBanyaknyaia bergumul di sela waktudan melahirkan evolusi-evolusiyang menjulang tinggi dengan santunPasca bulan biru itu, tawamu jadi lebih lepasDi antara jeda-jeda yang luassenyummu membuat gentar Darwin atasseberapa cepat 52 Hz bisa bo...

2 Penulis Terpikat
0
44
Rabu 09 Desember 2020
-

Persiapan menemuimu butuh waktu selamanyaMenghabiskan masa hidupku yang tak seberapaPerlu air selautan untuk menyegarkankuSegera bersolek ria di hadapan cerminyang terkekeh melihat tingkahkuSebelum Laut Aral bertransfigurasi gurun dalam semalamSeperti apa harap yang ada...

2 Penulis Terpikat
0
40
Kamis 21 Mei 2020

Hari ini di bibir hutan pagi butaMatahari terbit dua kaliSatu di timurSatu di senyummu

4 Penulis Terpikat
0
94
Kamis 02 April 2020

Untuk puan:Hamba akan menjadi bulbus oculiMencuri pandang dan relung yang kudusBak cavitas orbitalis, melindungi adalah farduTanpa celah, bak canalis opticusSedetik kala ini, hamba akan hapuskan apparatus lacrimalis atas nama hibatAgar air mata pantang jatuh, meski mega...

1 Penulis Terpikat
0
72
Minggu 29 Maret 2020
-

Malam berbintang cerah tanpa serigalaMalam makan malam tanpa harus kelamMalam tanpa awan yang menawanMalam bahagia penuh tawa sewaKupikir lebih baik cepat datang ke pesta ituAcara kehormatan orang kaya bisuSemua adalah kehormatan, lalu tamumenjadi satu berbaur paduKupik...

1 Penulis Terpikat
0
52
Kamis 19 Maret 2020

dan bersama dirimu, menjadi tidak romantis adalah tindakan paling romantis.

1 Penulis Terpikat
0
56
Kamis 19 Maret 2020

aku sipu.......t yang lugu/kaku/meringku malu kdi antara beribu debulangit yang mengaku- !aku kan...

1 Penulis Terpikat
0
70
Rabu 18 Maret 2020

Cla, bagaimana rasanya hidup bersyukur?Menikmati berkah tak terukurーpun dengan sejumlah keluargayang sejak lama kau banggaーkan pernah kau bilangantara cinta dan kenangーantara Jawa dan Sumatera masihlagi kau berterima kasihpada Tuhanmu ーpun denganku laikdicinta, kare...

1 Penulis Terpikat
0
52
Selasa 17 Maret 2020

Ruang-ruang kosongKursi-kursi bungkamDebu-debu lucuSsst..Tahi lalatmu hingarMendesau di punggung meja, di pungkur jeruji mirat

0 Penulis Terpikat
0
57
Senin 16 Maret 2020

Dalam deru hujan yang mencaci-makimalam dengan napas-napas kiーtangan yang menggerayangーindah matamu bergerilya menangmenerawang,bak cenayang mengusir makhluk halusbibirmu semanis senyum mawar kudusーah jangan laginantiminta lagidi beranda paling sudutjemarimu menyentu...

0 Penulis Terpikat
0
84
Minggu 23 Pebruari 2020

Pagi-pagi ibu-ibu cari api.Memantik api di ladang minyak.Kantongi jeriken, pamer kedunguan.Memotong akal, memotong antrean.Bensin hanya untuk mesin-mesin yang haus,bukan kantong-kantong yang rakus.Bukan seksis atau misoginis,yang laki-laki juga sama. Isantesik najis.

1 Penulis Terpikat
0
53
Sabtu 22 Pebruari 2020

Beberapa kerikil menyikapi perdebatan dengan keras kepala.Sebagian menyanggupi pekerjaan dengan kematangan fisik.Menindakkan kekerasan dengan kekerasan.Bersikeras hidup di segala aral. Perkotaan, pemukiman berhantu, bahkan di gurun yang sunyi.Baginya, hidup adalah bentu...

2 Penulis Terpikat
0
78
Kamis 20 Pebruari 2020

Kata bunda, "Untuk kamu."Kataku, "Untuk apa?"Kata bunda, "Jaga-jaga."Kataku, "Terserah saja."Kata bunda, "Untuk negara."Kataku, "Untuk apa?"Bangsat!Kata bunda, "Mati saja."

1 Penulis Terpikat
0
61
Rabu 19 Pebruari 2020

Belum juga tumbuh, rambut-rambut harapan itu enggan.Matahari juga masih di peraduan, kikuk tak habis pikir.Kaki-kaki itu masih memaku, mengelompokkan diri atas ketakutan.Matanya menganga, hatinya runtuh, pandangannya lari.Banjir dari ngarai, tersedu-sedu."Ibu, Ibu, Ibu...

1 Penulis Terpikat
0
58
Selasa 18 Pebruari 2020

Di jari-jari lengannya malam.Ada jari-jari lain di antara jari-jari kita.Menggenggam, berbisik.Di jari-jari besi jendela bundar.Terali yang dingin, jari-jari yang hangat.Bukan cuma jari-jarimu, jari-jariku.Jari-jari siapa?Di kisi-kisi gelap yang tenang.Jari-jari itu mem...

1 Penulis Terpikat
0
63
Senin 17 Pebruari 2020

Bukan lagi tentang puan yang cantik,yang duduk di karang danawa,yang parasnya merajam senja berpulang tanah,berputih tulang,yang memaksa laut kalang kabut menawar batang tubuhnya agar ramah memeluk dara.Bukan lagi tentang puan yang ayu,esemnya, tilikannya, rautnya,yang...

1 Penulis Terpikat
0
60
Minggu 16 Pebruari 2020

Kadang-kadang kalau kita duduk di kantin.Kamu di kursi, aku di harap.Aku selalu ingin bilang kamu cantik,tapi kamu jauh.Satu, dua, tiga meja dari sini.Teman kamu, teman kita batasi intensi tuan gila yang jatuh hati, bangkit, jatuh lagi.Tawa mereka frekuensi nyasar, tari...

1 Penulis Terpikat
0
81
Sabtu 15 Pebruari 2020

Jauh sebelum bara menyakiti hawa di belantara bisu,sebelum suaranya habis ditelan mega-mega mendung yang mengantuk,sebelum awan terjaga di antara subuh dan malam yang kesiangan,sebelum malam mengkonsumsi bara yang menyakiti hawa di belantara bisu.Jauh sebelum itu,bunda...

0 Penulis Terpikat
0
65
Jumat 14 Pebruari 2020

Manekin yang lupa diri,duduk manis di meja bundar rendah menyentuh lutut.Menyesap manisnya bunga-bunga yang berguguran dari bunga tidur ke cangkir melamin motif bunga-bunga.Namanya Mawar, aromanya anyir, tubuhnya dingin.Ototnya mengurat tanda ia adalah pengalaman itu se...

1 Penulis Terpikat
0
88
Kamis 13 Pebruari 2020

Kaki-kakimu kaki-kaki langit yang mendung.Di antara kaki-kakiku yang menangisi kaki-kaki ardi yang kaku.Kaki-kaki kita kikuk.

2 Penulis Terpikat
0
68
Senin 22 Juli 2019

Meskipun matahari sudah terbit dua kali ba'da subuh ini,merangsek malu di antara anak rambut pepohonan yang terjaga sewindu lebih.Menyentuh paviliun milik buana, lalu terajut di sana.Satu di balik bukit, agak ke atas menyembul pelan. Pelan sekali.Satu lagi di sini, baru...

0 Penulis Terpikat
0
94
Senin 13 Mei 2019

Waktu kita bertengkar tadi, daun-daun berguguran.Taman kota menciut, hati pun turut.Aku takut.

0 Penulis Terpikat
0
80
Minggu 12 Mei 2019

Dari sana nalarku mengembara, lantas hilang dalam perantauan. Di kemudian hari ditemukan bersanding dengan mahkotamu, Aku jatuh hati.

0 Penulis Terpikat
0
83
Sabtu 11 Mei 2019

Awalnya garis-garis luka ini berelegi.Terkadang senandung ria dan selawat.Seminggu lalu, entitasnya memudar.Bersilir-silir.Artisnya mungil.Liliput perupa sistem solar.Sst.. Ia sedang tidur.

1 Penulis Terpikat
0
83
Jumat 10 Mei 2019

Sangkala mengunyah perjalanan tiap manusia yang saling terikat antar kisi berwarna.Bukan salah putaran detik yang mengkungkung, waktu menuakan tanpa persetujuan, ibarat falkon melihat cacing.

0 Penulis Terpikat
0
80
Kamis 09 Mei 2019

Ketika waktu menenggelamkan momen indah sekian lama lalu dan sekejap mereinkarnasikannya kembali dengan tetes tirta dari mata kanan.Aku bahagia.

0 Penulis Terpikat
0
105
Rabu 08 Mei 2019

Demi malam yang kujaga sampai pagi agar tak lepas rindu-rindu itu kala tak lagi aku terjaga.Di antara hela napas masing-masing ubin yang berbaris patuh,dan gorden yang terasimilasi noda bekas dialog kita tengah malam lalu.Aroma angin yang lembab berbisik lewat kosen jen...

0 Penulis Terpikat
0
63
Selasa 07 Mei 2019

Alam tak pernah mengkhianati siapapun yang mencintainya. Membagi kasihnya dengan adil. Melakukan tugasnya tanpa keluh.Manusia hadir untuk saling menikam.Menyebarkan kebencian sama rata.Membangun peradaban untuk kudeta.Alam ateis, manusia poli.Alam tak punya guru, manusi...

1 Penulis Terpikat
0
99
Senin 06 Mei 2019

Mengalir seperti sungai, bertumpuk lentikular.Perandaian hidup tak terprediksi.Miliaran jaringan kecil terpilin dalam carut-marut molekul

0 Penulis Terpikat
0
92
Minggu 05 Mei 2019

Sangkala mengunyah perjalanan tiap manusia yang saling terikat antar kisi berwarna.Bukan salah putaran detik yang mengkungkung.Waktu menuakan tanpa persetujuan ibarat falkon melihat cacing.

1 Penulis Terpikat
0
87
Sabtu 04 Mei 2019

Wahai bunga yang jengah dengan maki.Aku kumbang di atas kelopakmu mendengar keluh dalam sunyi.Bukan kadupul yang kurangat, apalagi dendrobium di ladang sana.Aku datang karena ingin.Memadumu dengan kisah.

1 Penulis Terpikat
0
89
Jumat 03 Mei 2019

Aku melebur bersama hujan.Menjadi satu dengan rindu.Jatuh tepat di genting rumahmu.Meluas di rumput liar di hadapan berandamu.Menyapa ayunan yang bunuh diri di pohon jambu dan bangku bercat putih yang gelisah.Aku basah.Oleh kenangan.Oleh tangis mega.Aku pulang, Juwita.T...

2 Penulis Terpikat
0
86
Kamis 02 Mei 2019

Punggungmu berbicara banyak.Di antara bibir jendela dan partitur tua.Disela angin yang bernyanyi sendu.Pertikaian parfummu dan aroma rumput basah.

4 Penulis Terpikat
0
108
Rabu 01 Mei 2019

Tengah hari itu.Seorang tuan duduk di tepi kening gedung.Berkisah dalam diamnya.Cerita tentang malam lalu dengan seorang puan.Tentang pertemuan mereka dasawarsa silam di lembar kesekian di gedung kembar.Setelahnya, kata 'pisah' terucap di antara gemintang dan merkuri la...

2 Penulis Terpikat
0
73
Kamis 10 Januari 2019

Bahkan guruh tidak tahu kilatannya menyakiti pertiwi setiap kali ia menangis.

0 Penulis Terpikat
0
195
Rabu 09 Januari 2019

Bertentangan dengan alam, aku jatuh cinta padamu. Melawan gravitasi, relungku melayang-layang.

0 Penulis Terpikat
0
107
Selasa 08 Januari 2019

Ditenggelamkan gelombang senyum manis madumu. Tersedak lalu mati sambil menggenggam tanganmu. Menarikmu ikut bersamaku. Agar laut tahu, kita juga bisa abadi.

0 Penulis Terpikat
0
95
Senin 07 Januari 2019

Bin-yaa, dan sebuah kereta api menujumu. Dalam salah satu gerbongnya. Seorang puan mencumbui jendela kaca dan bersirat atas rindu pada hidup yang akan berakhir di detik berikutnya. ーBersandar kisah kasih bersanding improvisasi; Buah janji sehari sebelum kemarin l...

0 Penulis Terpikat
0
116
Minggu 06 Januari 2019

Selalu ada kupu-kupu yang pulang sebelum subuh. Terbang lewat lorong-lorong yang mengantuk.

0 Penulis Terpikat
0
76
Sabtu 05 Januari 2019

Di rumah tua di pinggir kota kecil. Semilir angin dan gemerisik daun jati. Kucing putih berdebu yang tidur di keramik dingin. Terik matahari yang bebas. Di beranda, duduk di rumah tua. Tak ada suara kecuali gores tinta di lembar kertas. Aroma buku kumpulan sajak...

0 Penulis Terpikat
0
90
Jumat 04 Januari 2019

Aku di sini. Aku tidak pergi. Aku tidak hilang. Aku di sini. Meringkuk dalam hangat kain batik bermotif rindu dan kenangan ibu pada hidup. Ditemani partitur sunyi, bintang mati, dan foto ibu sewindu dulu. Aku di sini. Angin di sini sejuk. Sama hijau dan biru...

0 Penulis Terpikat
0
163
Rabu 26 Desember 2018

Kita semua lupa caranya merayakan ulang tahun bersama-sama. Berfoto setelah rasa malu mendera. Kita lupa rasanya pulang bersama. Tawa, kantuk, dan kepolosan. Serta bohong yang diterima asal lucu jadinya. Kita lupa nikmatnya makan bersama. Diburu waktu dan umur...

0 Penulis Terpikat
0
87
Senin 24 Desember 2018

Dalam pekat kabut akhir April. Tentang mimpi. Tentang harap. Tentang bulan dan langit malam. Bisakah bunda mendengarku? Pahami tarian lebah dan 10 desibel mauku. Narasi buta tentang rasa rindu. Bisakah bunda? Kenapa bunda tersenyum? Lupakah bunda tentang dara, yang se...

1 Penulis Terpikat
0
141
Sabtu 22 Desember 2018

Matamu adalah jendela. Tempatku melihat mega yang menangisi pertiwi. Pepohonan yang merelakan daunnya berguguran. Senyummu adalah taman kecil dengan kolam. Menyejukkan dan teduh, tempat dimana aku menghabiskan sangkala di dalamnya. Jemarimu adalah beranda. Tak...

0 Penulis Terpikat
0
100
Kamis 20 Desember 2018

Terkadang dari matamu sering gerimis. Setelah seharian mega mendung beriring di wajahmu. Lalu kau simpan sungai di antara pipimu, yang mengalir dari pelipis hingga hilir di dagumu. Biasanya banyak burung dan semak liar, serta bangkai pesawat yang terbingkai bias di...

0 Penulis Terpikat
0
104
Rabu 19 Desember 2018

Jangan bersedih! Jangan menangis di ujung minggu macam ini. Angkat kepalamu! Lihat mega-mega menggembala dirinya sendiri.

0 Penulis Terpikat
0
80
Selasa 18 Desember 2018

"Sejak kapan kita berdua menjadi dekat?" Tanyamu. "Sejak senja kalah cantiknya darimu" Jawabku.

0 Penulis Terpikat
0
106
Senin 17 Desember 2018

Aku tidak ingat bagaimana hari ini dimulai. Tapi bersamamu sepanjang hari, menjadikan hari ini tidak bisa berakhir.

0 Penulis Terpikat
0
119
Minggu 16 Desember 2018

Seperti ada yang kurang. Padahal sudah ada kucing di pangkuanku. Segelas kopi di atas meja. Seperti ada yang kurang. Padahal sudah hujan di luar sana. Petir saling silang menyambar rindu. Seperti ada yang kurang. Padahal lembaran tugas tertumpuk renta di ujun...

0 Penulis Terpikat
0
88
Selasa 13 November 2018

Lustrum keempat jenakamu sampai jua. Lebih lucu dari dagelan dulu. Kenakan kosong lebih terbuka. Bak batuk menahun pada Merbabu. Wulang bentala pada basyar kaku. Jangan duduk kaki kaku-kaku. Lebih baik berdiri mengira-ngira. Sampai kapankah kira-kira?

0 Penulis Terpikat
0
90
Senin 12 November 2018

Dari hulu matamu berjatuhan anak-anak ikan. Mondar-mandir cacat arah kelelahan. Sekali dua kali bertatapan dengan palungku. Seperempat jauh jatuh tergugu-gugu. Sepenggal ingin sejengkal langkah. Seringan iman yang merekah. Sebentar biru sebentar merah. Dari Ibn...

0 Penulis Terpikat
0
93
Minggu 11 November 2018

Merajam tubuh dalam duka. Mengais harap. Pahami kumbang yang kagumi bunga. Meski bumi telah mencumbunya dalam kala.

0 Penulis Terpikat
0
105
Sabtu 10 November 2018

Di sengal nafas ibu kota. Antara debu dan peluh. Wangi mawar dan melati dalam narasi. Berjalan bersama bergandeng takdir.

0 Penulis Terpikat
0
83
Sabtu 10 November 2018

Matahari lalu tersenyum. Maka laut menari. Di antara daun yang sendu menjelajahi. Larik bisu.

0 Penulis Terpikat
0
77
Sabtu 10 November 2018

Dipeluk degup kencang rasa takutmu kehilanganku. Takut hujan tak lagi mencumbu bentala. Takut laut tak lagi bernyanyi. Takut pabila takutmu meradang. Di bawah atap bersama sunyi. Basah membengkak menyadari. Takutmu takutku kehilanganmu.

0 Penulis Terpikat
0
122
Kamis 08 November 2018

"Sup apa Bu?" "Babi!" "Bagaimana mungkin persekusi atas uai kulakukan?" Besok pagi, sup hangat kuah kaldu berkelintaran.

0 Penulis Terpikat
0
82
Kamis 08 November 2018

Itu yang menunjukkan afsunmu meski tiada niat kau terangi. Di jengah waktu, maafku lamunmu kutebangi. Ala senyummu asa kusampaikan. Denganmu, masa depan terandaikan. Baik tidur atau jagamu, Bukan lagi abu-abu. Lewat senyum sampai jauh-jauh. Sudah jauh sampai...

0 Penulis Terpikat
0
101
Senin 05 November 2018

Seingatku jendela punya cerita. Tujuh empat limaku di rusuk jendela. Repetisi lakon tuan lesap dan hamba. Katanya pernah ada cerita dan warna, yang direguk selalu tanah dan lupa. Melerai hujan, mencari ihwal, hanya berhenti kala guruh marah betul. Agave pun fe...

0 Penulis Terpikat
0
112
Kamis 08 Maret 2018

Sejak kapan boleh sebuket bunga duduk manis di gerbong satu? Harum, ranum, lantas aku tergugu-gugu. Matanya sayu lamun tegas. Memberi album yang membekas. Deras kelembutan meluruh dari wajahnya. Tanda lahir yang melahirkan rasa. Pipinya membukit merah muda. Bak...

0 Penulis Terpikat
0
79
Jumat 23 Pebruari 2018

Malam itu gemuruh elegi mega bersahutan. Menyalahkan Afrodit di Olimpus laksana setan. Karena kini relungnya jauh lebih pagan. Dalam dan sangat jatuh pada Rawi yang arogan. Tiga dua puluh, Tuan Guruh jauh lebih tenang. Cintanya berbalasan. Bak syair di hati mert...

0 Penulis Terpikat
0
106
Senin 19 Pebruari 2018

Sekelebat yang memuncak kala mata kita bertemu. Di jarak rak susu dan rokok lokal. Senyummu yang tanggung lamun semanis susu. Jelas dan fasih menghalau akal. Hari ini mungkin tak saling sapa. Boleh jadi sewindu, anakku memanggilmu mama. Tapi setelah lelakimu m...

0 Penulis Terpikat
0
125
Jumat 09 Pebruari 2018

Semalam puan absen. Entah ke mana larinya. Biasa mengintip dari jendela bilik. Lazimnya menyirami bunga yang tidur kelelahan. Semalam puan di mana? Hamba cari di surau tidak ada. Kemarin dulu mengaji di sana, atau hamba yang pilong. Semalam hari apa? Kalau...

0 Penulis Terpikat
0
87
Jumat 19 Januari 2018

Dulu aku segelas anggur merah, lalu segelas lagi di meja reyot. Diseruput, disesap, enak katanya. Habis itu matanya merah, putingnya mengeras. Menjadi air wudu yang batal karena kentut. "Anggur merah itu halal, anjing!" Lakon pindah ke bilik sempit. Sekat-sekat triple...

0 Penulis Terpikat
0
120
Rabu 17 Januari 2018

Bisa jadi aku seperti humus basah di depan beranda. Malam ini bermandi keringat, besok pagi kering telanjang. Layaknya kasih untukmu yang sekarang basah. Esok boleh jadi kering disapu roda-roda karet yang sundal. Bisa jadi subuh nanti.

0 Penulis Terpikat
0
110
Selasa 14 November 2017
-

Jangan biarkan embun bunuh diri setelah tahu awaknya membanjur bait yang berpijar. Arahkan badannya untuk tidak menguap sebelum nur menengahi. Tenangkan kalutnya, sudahi cabarnya. Hela nafsinya merasa bersalah, bagi ia menangis. Maka batinnya akan kian bergidik, m...

0 Penulis Terpikat
0
136
Senin 13 November 2017
-

Kala mega masturbasi di lengan minggu. Kau puan itu, memilih bermain mata. Masa baskara malu-malu. Aku tuan itu, memilih bermain rasa. Agaknya getir dan asin. Sepat namun lembut di ujung lidah. Aroma di pangkal niamu hasil kemarin. Menjadikan hari ini tak beruj...

0 Penulis Terpikat
0
188
Senin 13 November 2017
-

Rumah ini senyap. Satu dekade setelah kau lupa caranya bangkit. Genta bait kita mengucap salam. "Cokelat atau kacang?" Sewindu setelah kau lalai mencuci piring. Sendok garpu kita berelegi sedu. "Rinduku berpautan esemmu." Sewarsa setelah kau linglung mana k...

1 Penulis Terpikat
0
199
Kamis 09 November 2017
-

Tampak lusuh pada harap. Lusuh pada harap. Pada harap. Harap.

0 Penulis Terpikat
0
291
Kamis 09 November 2017
-

Seperti mencintai baskara di balik santiran. Menenangkan untuk kukuh bertahan. Meski kadang badai kian binal. Timbul tenggelam lamun bagal. Filantropi padamu adalah perjuangan. Hidup mati adalah visinya. Afeksi untukmu berupa kenangan. Mati hidup adalah misinya.

0 Penulis Terpikat
0
260
Selasa 07 November 2017
-

Terakhir kali bermain harap, atmaku terpalit bintang jatuh. Dicubit konstelasi. Bungkam.

0 Penulis Terpikat
0
225
Teguh belum menulis satupun Naskah Drama
Teguh belum menulis satupun Resensi

Bagikan Profil

Pilih salah satu pilihan dibawah

Teguh