

Aku ingin bertafakur di pusarmu dengan sebilah iman yang berpatah-patah
menjilati hari-hari buruk yang memusar di seluruh kelenjar
meracau dan bersekutu dengan kepalamu
menebas aduhmu yang gaduh,
meraba kesedihan paling intim,
merayakan angan yang kau cita-citakan, dan segenap masa lalumu dengan harga diri yang terluka.
Aku ingin bertafakur di dadamu serupa Adam yang tidak ingin meninggalkan surga;
kekal, selamanya.

