

Misalnya saja, kau ingin berlari dan aku tidak bisa mengejarmu.
Kita kerapkali mencuci waktu
memeras percakapan yang basah dan menjemurnya sampai tanda tanya itu kering sendiri. Sudah setengah tahun, kira-kira di ujung hari, di jam rawan macet dan kepulanganmu melawan keruwetan jalanan Kopo
Aku bisa saja menyetrika keningmu yang kusut
tapi kau pasti tidak sabar
ingin segera melipat kegundahanmu dan menelannya sendirian. Kau berusaha mengurung kegelisahanmu, melipat silau yang tidak kunjung menerangi apa-apa.
Ya
Misalnya saja, kau ingin berlari dan aku tidak mau mengejarmu.
Besok pagi, atau besoknya lagi, atau besok-besok yang lain seperti yang kau harapkan dan benar-benar terjadi, kau sudah siap kelak
yang meskipun kita tidak tahu kapan itu terjadi, kau tahu cuaca akan membaik dan kau sudah bisa memilih untuk berlari lagi atau menceritakan kesedihan dengan gamang;
semoga masih ada aku
semoga aku masih mampu.

