

Kau dan aku adalah dua manusia yang dibentuk dengan trauma dan tumbuh dengan kebingungan yang besar. Tapi kalau kepalaku bilang, seharusnya kita memang sudah selesai. Aku tidak pernah merasa kau cintai. Hal-hal kecil yang bagiku penting adalah kumpulan minta maafmu yang hampir setiap hari bertengger di notifikasi dan semuanya terulang hari ke hari.
Kalau aku harus menghitung berapa banyak kecewaku dalam tiga bulan ini, jari di tangan dan kakiku tidak akan cukup. Mungkin jika ada lima puluh kuku, atau hampir seratus baru akan bisa.
Kalau kita lanjutkan seperti ini, siapa yang akan mati duluan? kita atau rasa cintanya?

